PENGANGKUTAN GAS: Nusantara Regas sewa kapal Golar LNG

SINGAPURA: PT Nusantara Regas memilih opsi sewa kapal dari Golar LNG, perusahaan operator kapal pengangkut gas dari Norwegia, sekitar US$200juta untuk kurun 11 tahun karena dinilai lebih efisien dan masuk dalam skala keekonomian.Hendra Jaya, Presdir
Arif Budi Winarto | 12 April 2012 14:45 WIB

SINGAPURA: PT Nusantara Regas memilih opsi sewa kapal dari Golar LNG, perusahaan operator kapal pengangkut gas dari Norwegia, sekitar US$200juta untuk kurun 11 tahun karena dinilai lebih efisien dan masuk dalam skala keekonomian.Hendra Jaya, Presdir PT Nusantara Regas, perusahaan patungan PT Pertamina (persero) dan PGN, menjelaskan jika harus membeli sendiri, justru tidak menguntungkan perusahaan.Dalam hal ini, sambungnya, perusahaan harus berinvestasi US$600 juta-US$ juta untuk membeli floating storage and regasification unit (FSRU)."Kami memilih opsi sewa dengan pertimbangan skala keekonomian. Kalau beli kapal untuk FSRU diperlukan sekitar US$600 juta-US$ 700 juta. Adapun sewa kurang dari US$200 juta," ungkapnya, seusai acara Penamaan dan Pelepasan FSRU Nusantara Regas Satu di Jurong Shipyard, Singapura, Kamis 12 April 2012.Dia menjelaskan sebagai perusahaan milik negara, PT Niusantara Regas tidak bisa menjalakan bisnis seperti halnya perusahaan swasta pada umumnya. Namun, bisnis BUMN itu berdasarkan regulasi pemerintah yang menetapkan tingkat pengembalian investasi sebesare 14%.Selain itu, sambungnya, opsi pembelian kapal FSRU bisa masuk skala ekonomi jika investment return rate (IRR) di atas bunga bank.Menurut Hendra, secara teknis sewa FSRU milik Golar LNG itu juga masih memungkinkan kendati kapal berbobot sekitar 97.000 DWT yang dibuat pada 1977 itu masih layak untuk FSRU. Kapal hanya mengapung di sekitar Pulau Air,  Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta dan tidak berlayar."Hal sama juga dilakukan perusahaan di Brasil dan Dubai dengan usia kapal hampir sama," tegasnya.Dia mengungkapkan kendati sewa selama 11 tahun, ada kemungkinan untuk membeli kapal milik perusahaan asal Norwegia itu dengan harga lebih murah, setelah masa sewa selesai.Dia mengklarifikasi soal keterlambatan pelepasan FSRU dari semulai Januari menjadi April 2012 oleh Jurong Shipyard Pte.Ltd itu. Dalam hal ini, Nusantara Regas telah mengajukan klaim keterlambatan. Keterlambatan itu karena ada kesalahan teknis dai Jurong Shipyard.Menurutnya, pengerjaan pemasangan instalasi regasifikasi itu lebih tepat di Jurong Shipyard daripada di Brasil. Di Jurong proses pengerjaan sekitar 1 tahun (mulai Maret 2011 hingga April 2012, sedangkan di galangan Brasil bisa lebih dari 1,5 tahun.Namun, dia enggan menjelaskan berapa besar nilai kontrak pasok gas untuk PLN dan berapa besar harga beli gas oleh perusahaan listrik itu. Yang jelas, sambungnya, harga beli PLN berdasarkan harga dari Mahakam plus alfa (biaya lain-lain) yang dikeluarkan Nusantara Regas.Dia juga tidak bersedia mengungkapkan berapa besar penghematan oleh PLN dari pasokan FSRU Teluk Jakarta itu. "Kami punya hitungan,nanti dijelaskan berapa penghematan dan berapa besar daya listrik yang dihasilkan dari pasokan FSRU ini," ungkap Hendra. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top