UPAH BURUH: Bali lanjutkan pengkajian penyesuaian UMR

DENPASAR: Pemerintah Bali terus mengkaji rencana kenaikan upah minimum regional yang diusulkan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Bali untuk menyesuaikan upah minimum regional.Awalnya, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
Matroji | 09 April 2012 14:35 WIB

DENPASAR: Pemerintah Bali terus mengkaji rencana kenaikan upah minimum regional yang diusulkan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Bali untuk menyesuaikan upah minimum regional.Awalnya, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Bali mengusulkan penyesuaian upah terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, meski BBM tidak jadi naik harga sejumlah kebutuhan pokok sudah telanjur melambung tinggi.Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan tingginya bahan makanan akan menjadi acuan pertimbangan rencana penyesuaian upah. “Nanti akan dibicarakan kelanjutannya,” katanya usai membuka Musyarawah Rencana Pengembangan Daerah Bali 2012 di gedung Wisma Sabha, hari ini.Sebagai mediator antara pekerja dan pemilik modal, lanjutnya, pemerintah akan mengoordinasikan usulan penyesuaian gaji UMR di Bali. Pembicaraan itu harus terlebih dulu diadakan secara bipartite, antara pengusaha dan pemilik modal.Mewakili pekerja, Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Putu Satyawira Marhaendra mengatakan upaya pemerintah menaikkan harga BBM akan memberikan dampak lebih luas terhadap daya beli pekerja. Provinsi Bali menetapkan upah minimum provinsi 2012 sebesar Rp967.500, atau naik 9,7% dibandingkan 2011.Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bali Panudiana Kuhn masih enggan berkomentar terkait rencana pemerintah dan pekerja untuk mengkaji kenaikan upah minimum. “Kami masih belum bisa memberikan komentar.”Dalam paparan data Apindo Bali, pemerintah kabupaten Tabanan mencatat kenaikan tertinggi standar upah minimum 2012 sebesar 10,4% atau menjadi Rp1,005 juta dibandingkan dengan pengupahan 2011. Kenaikan kemudian diikuti Kabupaten Gianyar, yang juga mencatat dua digit yakni 10%, atau naik menjadi Rp1,104 juta dibandingkan tahun sebelumnya.  Posisi ketiga kenaikan UMK 2012 tercatat ditempati Kabupaten Karangasem. Wilayah yang tengah memperkenalkan Pantai Lovina dengan sensasi lumba-lumba ini mencatatkan kenaikan 9% atau menjadi Rp1,039 juta. Kabupaten Buleleng dan Bangli masing-masing mencatat kenaikan UMK 8,9% dan 8,6% atau menjadi Rp975.000 dan 970.000.Adapun Kabupaten Jembrana menetapkan angka 7,8% menjadi Rp1 juta untuk kenaikan UMK. Persentase kenaikan UMK 2012 terendah tercatat pada dua kota sumber pendapatan terbesar Provinsi Bali. Ibu Kota provinsi Bali, Kota Denpasar hanya menetapkan kenaikan 5,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau menjadi Rp1,259 juta. Kenaikan 5,6% juga diterapkan kabupaten terkaya di Bali, Badung, dengan  penetapan UMK Rp1,29 juta. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top