Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PADI: Pemerintah diminta kawal musim tanam Oktober-Maret

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 11 Januari 2012  |  15:44 WIB

 

JAKARTA: DPR Meminta pemerintah mengawal kegiatan musim tanam rendeng (Oktober 2011-Maret 2012, karena target produksi 2011 tak tercapai dan harga beras terus melambung.
 
Ketua Komisi IV DPR M. Romahurmuziy mengingatkan target produksi beras nasional pada 2011 tidak tercapai dan harga beras terus melambungnya  sepanjang tahun lalu sampai sekarang.
 
"Untuk itu, pemerintah harus memastikan pengawalan panen hasil musim tanam rendeng [Oktober-Maret 2011) menghadapi cuaca yang  tidak bersahabat," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis hari ini.
 
Menurutnya, upaya untuk memaksimalkan produksi gabah pada tanam rendeng tersebut, maka pemerintah harus memastikan program subsidi benih dan cadangan benih nasional (CBN) dapat tersedia secara fisik di tingkat petani pada musim tanam yang masih berjalan. 
 
Dia menuturkan ada sekitar 90.000 ton benih unggul dalam program cadangan benih nasional.
 
Pemerintah, katanya, harus mengantisipasi banjir di beberapa daerah dengan segera memperbaiki saluran irigasi, baik primer, sekunder maupun tersier. "Terutama yang pola penyalurannya dengan swakelola oleh masyarakat."
 
Dia menuturkan langkah lain untuk mengantisipasi gagal panen, pemerintah harus memastikan stok pestisida yang persediannya relatif cukup di tingkat brigade perlindungan hama dari APBN 2011, memiliki semprotan (sprayer) yang cukup untuk diaplikasikan di tingkat petani.
 
Romahurmuziy menambahkan berfungsinya pengering padi (dryer) yang sudah banyak diinstalasi di tingkat gabungan kelompok tani pada beberapa APBN terakhir. "Ini untuk mengantisipasi tingginya kandungan air akibat musim hujan."
 
Data Perum Bulog mencatat rata-rata harga beras yang banyak beredar di pasar Rp8.614 per kg, rata-rata harga beras jenis IR64-III, beras yang banyak dikonsumsi masyarakat, Rp6.800 per kg.
 
Kawal produksi
 
Menghadapi musim hujan tahun di awal tahun ini, Kementerian Pertanian akan mengawal produksi padi di beberapa daerah. "Sebanyak 3,5 juta hektare lahan padi akan kami kawal produksinya," ujar Menteri Pertanian Suswono.
 
Menurut Mentan, yang terpenting adalah pemerintah daerah maupun dinas pertanian harus dapat segera melaporkan kepada pemerintah pusat apabila ada lahan padi yang tergenang air akibat banjir. Sambil melakukan pengawasan, lanjutnya, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum soal perbaikan jaringan irigasi sawah. 
 
Semua itu dilakukan untuk mencapai program swasembada beras pada 2014 melalui peningkatan produksi.
 
Suswono mengatakan terkadang pemerintah daerah lepas tangan terhadap kebutuhan lahan sawah dan irigasi. 
 
"Lama-lama lahan sawah bisa dikonversi, bahkan kadang daerah membiarkan rusak sehingga lahan itu tidak bisa teririgasi lagi," ujarnya.
 
Langkah lain mengantisipasi perubahan cuaca, pemerintah telah menyiapkan benih padi yang tahan iklim, yaitu varietas benih Inpago untuk lahan sawah yang kering, Inpara untuk lahan sawah yang banyak tergenang air, dan varietas Inpari 13 yang tahan hama.
 
Permasalahan produktivitas dari pertanian, lanjutnya, sebenarnya bukan hanya di persoalan produksi tetapi juga terdapat hal lainnya seperti problem logistik dan akses pembiayaan yang mudah terhadap pelaku usaha sektor pertanian. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top