Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor jalan tol agar rampungkan syarat pencairan dana

JAKARTA: Pusat Investasi Pemerintah menhimbau para investor badan usaha jalan tol yang sudah menandatangani kontrak untuk pemberian dana talangan pembebasan lahan, segera menyelesaikan syarat kelengkapan pencairan dana.Hal tersebut menyusul hingga saat
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 24 November 2011  |  19:59 WIB

JAKARTA: Pusat Investasi Pemerintah menhimbau para investor badan usaha jalan tol yang sudah menandatangani kontrak untuk pemberian dana talangan pembebasan lahan, segera menyelesaikan syarat kelengkapan pencairan dana.Hal tersebut menyusul hingga saat ini PIP belum juga mencairkan dana talangan sebesar Rp275 miliar untuk tiga BUJT yang sudah meneken perjanjian pinjaman, karena syarat kelengkapan belum terpenuhi.Ketiga ruas itu yakni tol Depok-Antasari dengan nilai talangan Rp95 miliar, Kunciran-Serpong Rp90 miliar, dan Kunciran-Cengkareng Rp90 miliar.Kepala PIP Soritaon Siregar mengatakan pencairan dana tersebut tergantung dari kesiapan masing-masing BUJT dalam menyelesaikan proses pembebasan lahannya.Adapun syarat kelengkapan yang harus dipenuhi itu a.l terpenuhinya prosentase pembebasan lahan, nilai ganti rugi lahan, dan syarat administrasi lainnya.“Kami harapkan pencairan dana bisa rampung tahun ini juga, karena penandatangan kesepakatan sudah dilaksanakan dalam beberapa bulan lalu,” ujarnya di Jakarta hari ini.Saat ini, katanya, seluruh BUJT masih dalam proses penyelesaian syarat namun belum ada kepastian kapan akan diajukan secara resmi pada PIP.Padahal, dari sisi anggaran kesiapan PIP sudah dialokasikan untuk pembiayaan lahan tersebut.Sementara itu, Direktur Utama PT Marga Cengkareng Kunciran Saud Simatupang mengatakan proses pembebasan lahan diruas yang mereka garap, saat ini masih dalam penentuan apraisal dalam menentukan luasan lahan, pemilik lahan dan nilai ganti rugi yang harus dibayarkan.Selanjutnya, baru akan diumumkan hasil dari apraisal dan diteruskan dengan negosiasi dengan pemilik lahan untuk mencapai kesepakatan harga ganti rugi."Setelah itu barulah kita bisa ajukan pengucuran dana pada PIP, dan kami targetkan pembayaran dilakukan pada Desember 2011," ujarnya.Dia menjelaskan untuk akhir tahun ini arget lahan yang bisa dibebaskan yakni seluas 20 hektar dari total kebutuhan lahan seluas 133 hektar yang dibutuhkan. Sebanyak 20 hektar itu sekitar dua hingga tiga kelurahan yang akan terbebaskan.Untuk usulan pinjaman perbankan, katanya, masih dalam proses negosiasi, selain itu mereka juga menunggu hingga pembebasan lahan rampung sebesar 75% sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.Selain itu, jika kredit dicairkan sebelum lahan rampung, BUJT tetap dikenakan biaya provisi meskipun pembangunan belum dilaksanakan.Hingga saat ini, perbankan yang telah berkomitmen akan mendanai ruas itu yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI, sesuai dengan MOU yang sudah disepakati sebelum evaluasi tol dilakukan pemerintah.Namun, dengan kenaikan investasi proyek dari semula, Saud memperkirakan perusahaan akan mencari sumber pendanaan tambahan."Bisa saja dengan menambah jumlah perbankan untuk pendanaan, atau dari PIP yang kabarnya juga tertarik untuk mendanai konstruksi tol," tambahnya.Sementara itu, Soritaon mengatakan pihaknya memberikan batas waktu untuk BUJT mengajukan usulan pinjaman dana talangan pembebasan lahan tol hingga akhir tahun ini.Jika hingga akhir Desember 2011 belum juga ada pengajuan baru, maka sisa alokasi dana untuk pembebasan lahan sekitar Rp500 miliar akan hangus.Pasalnya, berdasarkan kesepakatan antara PIP dan Badan Pengatur Jalan Tol, dana talangan hanya diberikan hingga alokasi dana badan layanan umum senilai Rp3,8 triliun dicairkan dalam APBN 2012. Kecuali, katanya, jika ada kesepakatan baru antara PIP dengan BPJT nantinya.Sebelumnya, Soritaon mengatakan selain tiga ruas yang sudah teken pinjaman dana talangan, PIP juga akan kembali mengucurkan dana talangan untuk pembebasan lahan di tiga ruas tol, dengan alokasi anggaran sekitar Rp97 miliar.Tiga ruas yang rencananya akan diberikan dana talangan itu yakni ruas Surabaya-Mojokerto senilai Rp40 miliar, JORR W2 dengan alokasi Rp50 miliar dan Gempol-Pasuruan senilai Rp7 miliar.Saat ini sedang dalam proses evaluasi untuk menilai kelayakan finansial dan kemampuan pengembalian investasi pinjaman. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top