Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Natal & Tahun Baru picu inflasi akhir tahun

 
- Bisnis.com 18 November 2011  |  14:17 WIB

 

BADUNG: Pemerintah menilai Bank Indonesia keliru jika menganggap belanja negara sebagai pemicu lonjakan inflasi di akhir tahun. 
 
Inflasi yang meningkat di akhir biasanya lebih dikarenakan aktifitas ekonomi yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
 
“Pernyataan Pak Darmin (Nasution), Gubernur BI, bahwa pengeluaran anggaran yang melonjak di akhir tahun akan memicu inflasi, saya kira tidak tepat,” tegas Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto melalui pesan singkat dari Jakarta, hari ini.
 
Agus menyoroti sejumlah hal untuk menyanggah pernyataan Darmin Nasution. Pertama menyangkut jumlah pengeluaran di akhir tahun, yang diperkirakan BI berkisar Rp40 triliun-Rp50 triliun, relatif kecil bila
dibandingkan dengan total jumlah uang yang beredar. 
 
“Apalagi kalau dibandingkan seluruh uang yang beredar ditambah time deposit di sistem perbankan.”
 
Di samping itu, lanjut Agus, dana-dana yang berasal dari pengeluaran di akhir tahun tersebut biasanya langsung masuk ke sistem perbankan dalam bentuk time deposit karena kegiatan atau proyek yang dibiayai sudah selesai dilaksanakan. 
 
"Berdasarkan data historis sejak 2005 sampai tahun lalu, lonjakan pengeluaran di akhir tahun tidak ada efek inflationary-nya (demand pull). Kalau ada, itu karena naiknya aktivitas perekonomian menjelang Chrismast dan New Year,” jelasnya. (arh)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top