Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jamsostek tanggung pengobatan kanker, jantung dan cuci darah

 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 November 2011  |  06:29 WIB

 

JAKARTA: Di bawah kendali Hotbonar Sinaga, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) (Jamsostek) per 1 Desember 2011 menjamin layanan beberapa pengobatan yang mencakup cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/AIDS kepada pesertanya.
 
Direktur Pelayanan PT Jamsostek Djoko Sungkono di Jakarta, seperti dikutip dari Antara mengatakan pihaknya juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) kepada peserta jamsostek berusia 40 tahun.
 
"Prinsip kami, memberikan layanan sebanyak dan sebaik mungkin kepada peserta dengan harapan pekerja dan perusahaan menjadi peserta Jamsostek. Bukan sekadar memenuhi kewajiban UU (No.3/1992), tapi juga karena benar-benar merasakan manfaatnya," ujarnya.
 
Peningkatan manfaat Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) tersebut didasarkan pada Keputusan Direksi No.Kep/310/102011 tanggal 31 Desember 2011, tentang Pemberian Manfaat Tambahan bagi Peserta Program Jamsostek.
 
Dengan sistem bilangan besar, Jamsostek berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan sesuai dengan kinerja investasi dan perluasan kepesertaan.
 
"Prinsip kami, memberikan layanan sebanyak dan sebaik mungkin kepada peserta dengan harapan pekerja dan perusahaan menjadi peserta Jamsostek bukan sekadar memenuhi kewajiban tetapi juga karena benar-benar merasakan manfaatnya," lanjutnya.
 
Pemberian layanan kesehatan berupa cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, kanker dan HIV/AIDS diberikan kepada perusahaan yang mengikutsertakan pekerjanya dalam program JPK minimal selama satu tahun.
 
Layanan kesehatan tersebut diberikan di Pusat Pelayanan Kesehatan atau rumah sakit yang bekerja sama dengan PT jamsostek.
 
Besaran bantuan untuk cuci darah (hemodialisa) diberikan maksimal Rp600.000 per kasus kunjungan dengan jumlah kunjungan maksimal tiga kali perminggu.
 
Bantuan untuk operasi jantung diberikan senilai Rp80 juta per tahun kalender. Untuk pengobatan kanker senilai Rp25 juta pertahun kalender.
 
Bantuan untuk pengobatan HIV/AIDS diberikan senilai Rp10 juta juga pertahun kalender. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top