Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat kehilangan pascapanen 40%-60%

JAKARTA: Tingkat kehilangan pascapanen produk hortikultura seperti sayuran dan buah mencapai 40%-60% karena persoalan rantai distribusi.Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementa Yusdar Hilman mengatakan persoalan utama produk hortikultura
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 15 November 2011  |  18:22 WIB

JAKARTA: Tingkat kehilangan pascapanen produk hortikultura seperti sayuran dan buah mencapai 40%-60% karena persoalan rantai distribusi.Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementa Yusdar Hilman mengatakan persoalan utama produk hortikultura pada rantai distribusi yang sering menyebabkan tingkat kehilangan lebih besar dan pemasaran."Tingkat kehilangan pascapanen mencapai 40%-60%. cold storage [gudang pendingin] juga masih lemah. Hal itu disebabkan penguapan dan benturan sayur dan buah saat dibawa dari sentra produksi ke pasar," ujarnya saat acara Train The Chain Produk Hortikultura, hari ini.Dia menjelaskan permasalahan utama hortikultura pada sisi hilir seperti rantai distribusi dan sistem pemasaran. Salah satu yang menyebabkan rantai distribusi tidak berjalan dengan baik kondisi infrastruktur yang masih lemah.Dia mencontohkan pelabuhan di Medan hanya terdapat enam cold storage, tetapi tiga di antaranya rusak, sehingga hanya tiga gudang pendingin yang dapat digunakan.Antisipasi yang dapat dilakukan petani untuk mengoptimalkan hasil panen, menurutnya, dengan cara mekanisasi dan menggunakan teknologi seperti cold storage.Dalam upaya mengatasi posisi petani yang lemah, maka para petani dapat membuat kelembagaan terlebih dahulu seperti kelompok tani atau koperasi.Yusdar menjelaskan persolan lain yang dihadapi yaitu penggunaan pestisida yang berlebihan membuat produk hortikultura memiliki kadar pestisida di atas batas. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top