Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kehadiran BMT dan BQ ringankan tugas Kemenkop

JAKARTA: Pemerintah bersama Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa menggandeng beberapa lembaga Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Baitul Qirodh (BQ) berbadan hukum koperasi sebagai mitra pengelola dana untuk memperluas lapangan kerja.Pariaman Sinaga, Deputi
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 15 November 2011  |  13:19 WIB

JAKARTA: Pemerintah bersama Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa menggandeng beberapa lembaga Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Baitul Qirodh (BQ) berbadan hukum koperasi sebagai mitra pengelola dana untuk memperluas lapangan kerja.Pariaman Sinaga, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, mengatakan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Baitul Qirodh (BQ) digandeng menjadi mitra, karena eksistensi lembaga koperasi tersebut selama ini belum tergarap dengan baik."Lembaga-lembaga itu kini sudah memiliki payung hukum operasional yang memadai menjadi pengumpul dan mengelola dana yang digalang oleh Dompet Dhuafa," ujar Pariaman Sinaga kepada Bisnis (Selasa, 15 November 2011).Dana yang dikumpulkan dari zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf tersebut diberdayakan oleh BMT maupun BQ untuk pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Selama ini banyak Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) berlabel BMT dan BQ.Menurut Pariaman, tugas pemerintah menjadi lebih ringan dengan kehadiran BMT dan BQ yang berperan sebagai pengelola dana zakat. Terutama mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.Saat ini tercatat masih ada sekitar 30,2 juta orang dalam lingkup kemiskinan, dan 8,1 juta orang di antaranya belum mempunyai pekerjaan. Melalui kerja sama ini Kementerian Koperasi dan UKM berharap bisa mengikis angka kemiskinan maupun pengangguran.Prima Hadi Putra, Direktur Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa, mengemukakan potensi zakat di Indonesia sangat besar. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp19,3 triliun seperti laporan versi Pusat Studi dan Bahasa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah."Adapun yang telah tergarap hanya sekitar 7% dari total dana tersebut. Dari angka itu, pengumpulan dana zakat menjadi potensial bagi pendanaan strategis," ujar Prima. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top