Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim hujan tiba, produksi garam rakyat terhenti

SURABAYA: Kegiatan produksi garam rakyat di Jawa Timur telah berhenti total sejak awal bulan ini akibat datangnya musim penghujan, dengan volume panen rata-rata 40 ton per hektare atau 70% dari produksi normal.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 November 2011  |  14:18 WIB

SURABAYA: Kegiatan produksi garam rakyat di Jawa Timur telah berhenti total sejak awal bulan ini akibat datangnya musim penghujan, dengan volume panen rata-rata 40 ton per hektare atau 70% dari produksi normal.

 
Para petani bahan pengasin itu masih menyimpan sebagian hasil panen untuk dijual pada 2012, karena diperkirakan harga jual garam kualitas I di Surabaya tahun depan bisa naik lagi dibandingkan saat ini Rp750/kg.
 
Koordinator Forum Komunikasi Petani Garam Jawa Timur Mashuri menyebutkan penyimpanan sebagian hasil panen garam dilakukan seiring tingginya volume produksi garam rakyat tahun ini dibandingkan pada 2009 maupun 2010.
 
Kondisi tersebut, lanjut dia, didukung dengan membaiknya harga garam rakyat tahun ini yang mencapai Rp800/kg kualitas I dan Rp650/kg kualitas II di tingkat gudang pabrikan garam beriodium di Surabaya.
Dengan demikian, para petani garam mampu memenuhi kebutuhan hidup melalui penjualan sebagian hasil panen yang rata-rata sebanyak 40 ton per hektare sejak Agustus. Sebagian lain masih disimpan.
 
“Sejak awal bulan ini produksi garam telah berhenti total sebab lahan tergenang air hujan. Tetapi para petani garam tidak menjual habis semua hasil panen, sebagian dijual pada tahun depan sebab harganya diperkirakan bisa naik lagi,” ujar Mashuri kepada Bisnis, hari ini.
 
Berlangsungnya hujan yang turun setiap hari sejak awal bulan ini mengakibatkan kegiatan produksi garam di beberapa sentra garam rakyat di Jatim seperti Kab. Sampang, Pamekasan, Sumenep (Madura), Gresik dan Surabaya Barat telah berhenti total.
 
Menurut Mashuri, volume panen garam rakyat tahun ini tercapai 70% dari panen normal atau rata-rata 40 ton per hektare. Tetapi petani garam tahun ini mampu memetik keuntungan cukup tinggi, seiring membaiknya harga bahan pengasin tersebut.
 
Saat ini harga garam rakyat di tingkat pabrikan garam beriodium di Surabaya disebutkan Rp750/kg kualitas I dan kualitas II Rp600/kg.
“Kendati para pembeli/produsen garam beriodium kini menaikkan harga beli garam rakyat Rp50 hingga Rp75/kg, petani tidak bersedia melepaskan sisa hasil panen yang masih disimpan itu,” paparnya.
 
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Garam Kab. Sampang Jakfar Shodiq menyebutkan di kabupaten tersebut saat ini masih terdapat stok garam rakyat sekitar 80.000 ton dari total volume panen yang diperkirakan sebanyak 170.000 ton dari areal 4.256 hektare.
 
“Petani garam di wilayah kami tahun ini bisa memetik keuntungan lumayan, setelah pada 2010 mengalami paceklik akibat panjangnya musim penghujan. Maka sebagian hasil panen masih disimpan,” ujarnya, pekan lalu. (ln)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top