Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebun sawit siap panen, Astra Agro bangun 4 pabrik

BANDUNG: PT Astra Agro Lestari Tbk akan membangun 4 pabrik pengolahan minyak sawit mentah dalam 3 tahun ke depan.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 13 November 2011  |  18:48 WIB

BANDUNG: PT Astra Agro Lestari Tbk akan membangun 4 pabrik pengolahan minyak sawit mentah dalam 3 tahun ke depan.

 
Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa menjelaskan pembangunan pabrik tersebut akan direalisasikan sejalan dengan mulai berproduksinya beberapa kebun kelapa sawit perusahaan.
 
Saat ini, jelasnya, AALI memiliki 43.000 hektare lahan kelapa sawit yang belum berproduksi di berbagai daerah di Indonesia.
 
Dia memaparkan AALI akan membangun 2 pusat pengolahan crude palm oil (CPO) di Kalimantan Timur, 1 pabrik di Kalimantan Selatan dan 1 pabrik di Sulawesi Tengah, masing-masing untuk menyerap produksi 10.000 hektare lahan kelapa sawit.
 
Santosa memperkirakan investasi pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit dengan kemampuan menghasilkan 5 ton CPO per jam membutuhkan dana sebesar US$12—14 juta.
 
“Saat ini masih menunggu desain engineering, untuk menyesuaikan dengan tiap lokasi,” katanya, dalam acara Workshop Wartawan Industri dan Otomotif 2011 di Bandung, akhir pekan lalu.
 
AALI saat ini memiliki 265.000 hektare lahan kelapa sawit produktif dan 22 unit pengolahan CPO dengan kapasitas produksi sebesar 1.050 ton per jam.
 
Sampai kuartal III/2011, produksi CPO AALI mencapai 930,8 ton atau naik 19,8% dari produksi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 772 ton.
 
Sementara itu, Santosa mengatakan AALI masih mengkaji investasi pada sektor industri hilir kelapa sawit meskipun pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal.
 
Dia menjelaskan kebutuhan produk hilir CPO dalam negeri masih relatif kecil dibandingkan dengan produksi CPO tahunan.
 
Insentif fiskal pemerintah, menurut dia, lebih mudah dimanfaatkan oleh perusahaan perodusen produk berbasis CPO besar yang sudah memiliki jaringan pemasaran di dalam negeri.
 
“AALI sebenarnya sudah produksi minyak goreng, tapi kecil hanya 300 ton per hari sedangkan perusahaan skala besar bisa produksi 2.000—2.500 ton per hari,” kata Santosa.
 
Presiden Direktur AALI Widya Wiryawan mengatakan produksi CPO Indonesia yang jauh melebihi permintaan domestik mengharuskan perusahaan yang baru masuk ke industri kelapa sawit hulir mencari pasar di luar negeri.
 
“Tidak bisa seenaknya buat, untuk mencari pasar butuh waktu dan dana yang besar. Harus ada pasar dulu, baru produksi,” katanya. (drg)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top