Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan properti diprediksi tembus Rp150 triliun

JAKARTA: Penjualan properti oleh broker hingga akhir 2011 diprediksi mencapai Rp150 triliun hingga Rp170 triliun khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera.Darmadi Darmawangsa, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) mengatakan nilai sektor properti
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 09 November 2011  |  19:45 WIB

JAKARTA: Penjualan properti oleh broker hingga akhir 2011 diprediksi mencapai Rp150 triliun hingga Rp170 triliun khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera.Darmadi Darmawangsa, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) mengatakan nilai sektor properti di Tanah Air sepanjang tahun ini lebih tinggi dari nilai tersebut menyusul transaksi tersebut merupakan nilai yang hanya diserap oleh broker.“Tahun 2011 adalah tahun yang cerah bagi pengembang dan khususnya bagi broker properti. Sepanjang tahun ini industri properti diperkirakan tumbuh 30% hingga 40%,” kata Darmadi saat konferensi pers Real Estate Summit 2011, siang ini.Darmadi menuturkan pada 2012 industri properti juga masih bertumbuh sama seperti pada tahun ini. Menurutnya masih banyak juga produk primary baru yang akan diluncurkan ke masyarakat pada awal 2012.Terkait dengan adanya krisis Eropa dan Amerika, Darmadi menjelaskan daya tahan pasar properti di Indonesia masih cukup kuat karena kebutuhan akan properti juga masih besar. “Hingga semester pertama 2012, penyerapan properti kami prediksi akan sama dengan penyerapan akhir tahun ini,” imbuhnya.Seiring dengan cerahnya bisnis properti di Tanah Air, dia memaparkan saat ini penjualan broker properti mulai bergeser properti  mulai merambah pasar primary dari sebelumnya broker properti lebih banyak bermain di sektor secondary.Sebagai contoh, lanjutnya, adalah geliat penjualan properti di daerah Serpong dan Bekasi yang sebagian besar digerakkan oleh broker properti. “Seluruh pengembang besar yang bermain di wilayah Serpong seperti Summarecon, Bumi Serpong Damai dan Alam Sutera sebesar 90%  dimobilisasi oleh broker. Ini tren baru karena broker mulai bermain di produk primary,” ungkapnya.Dia menambahkan pengembang dan broker properti memang seharusnya bersinergi. Salah satu keuntungan yang didapatkan pengembang dengan menggunakan jasa broker, sambungnya, adalah mendekatkan pengembang dengan konsumen karena brokerlah yang lebih mengetahui karakteristik calon pembeli.Hendry Ramzel, Wakil Ketua Umum Arebi Arebi bukan hanya sekedar organisasi yang berisi broker dengan hanya melakukan proses sertifikasi, tetapi pihaknya secara terus menerus membina para anggota dan mengedukasi masyarakat melalui materi yang berkualitas dan memberi nilai tambah.“Tanpa adanya sertifikasi berpotensi merugikan konsumen, saat ini masih banyak broker yang tidak legal dengan belum memiliki sertifikasi. Sertifikasi tersebut juga berfungsi untuk menyamakan knowledge broker sehingga para klien dapat merasakan kepuasan dan kenyaman dalam bertransaksi,” kata Hendry, siang tadi.  Dia menambahkan saat ini 1.900 anggota Arebi telah bersertifikasi dan memegang ijin surat izin usaha perusahaan perantara perdagangan properti (SIU-P4) dari pemerintah. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top