Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga emas dongkrak laba Antam melesat 64%

JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 64% pada 9 bulan tahun ini ditopang adanya peningkatan volume penjualan serta kenaikan harga jual.Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo dalam keterangan tertulis
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 31 Oktober 2011  |  19:03 WIB

JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 64% pada 9 bulan tahun ini ditopang adanya peningkatan volume penjualan serta kenaikan harga jual.Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo dalam keterangan tertulis perseroan menyebutkan laba bersih perseroan per kuartal III/2011 tercatat sebesar Rp1,56 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu Rp943,2 miliar.Adapun pendapatan bersih perseroan naik sebesar 36,47% menjadi Rp7,82 triliun dari Rp5,73 triliun. Sementara itu laba usaha perseroan juga naik 51,06% menjadi Rp1,93 triliun dari Rp1,28 triliun. Akibatnya marjin usaha perseroan naik menjadi 24,68% dari 22,34%.Bimo menjelaskan peningkatan laba bersih ditopang adanya kenaikan permintaan komoditas nikel yang akhirnya mendorong peningkatan volume penjualan sehingga pendapatan perseroan ikut meningkat.“Peningkatan itu terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan feronikel dan emas serta peningkatan harga jual,” paparnya, hari ini.Bimo juga mengatakan perseroan akan terus melanjutkan sejumlah proyek usaha a.l proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan, proyek Feronikel Halmahera, proyek Modernisasi dan Optimasi Pabrik Feronikel Pomalaa, proyek Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah, dan proyek Nickel Pig Iron (NPI).Dia pun mengatakan perseroan terus melakukan persiapan penerbitan obligasi yang rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun ini untuk mendukung pendanaan investasi rutin perseroan.Pada perdagangan hari ini, harga saham emiten berkode ANTM  ditutup melemah 2,19% atau turun Rp40 ke level Rp1.790 dan menjadikannya berkapitalisasi pasar sebesar Rp17,07 triliun. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top