'Petani di hutan butuh Insentif'

JAKARTA: Sektor kehutanan butuh insentif berupa pupuk bersubsidi, benih unggul, dan akses sumber pembiayaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Harry Santoso mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  16:37 WIB

JAKARTA: Sektor kehutanan butuh insentif berupa pupuk bersubsidi, benih unggul, dan akses sumber pembiayaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Harry Santoso mengatakan insentif diperlukan karena pengembangan pangan dalam kawasan hutan pada hakikatnya bukan merupakan kegiatan pokok dalam memanfaatkan dan mengelola hutan.Pangan yang dikembangkan di hutan antara lain padi gogo, kacangan-kacangan, jagung, umbi-umbian, dan buah-buahan.  Menurut Harry, seharusnya, pertanian di dalam kawasan hutan disetarakan dengan pertanian di luar kawasan hutan. Dia berharap Kementerian Pertanian dapat memberikan insentif-insentif tersebut."Insentif tidak diberikan karena pertanian di dalam hutan hanyalah pekerjaan sambilan. Bukan pekerjaan utama," kata Harry kepada Bisnis, Kamis 29 September.Menurutnya, pengembangan tanaman pangan pada kawasan hutan yang sudah berlangsung selama ini tidak menikmati pupuk bersubsidi dari pemerintah.Pupuk diperoleh dari pasar bebas yang jumlahnya terbatas dan berharga cukup tinggi. Hasilnya, pemakaian pupuk tidak maksimal, rata-rata 2,98 ton/ha/tahun setara pangan."Selama ini kelompok tani hutan cari sendiri. Repot jadinya. Kami usulkan sektor kehutanan dapat dijadikan sasaran distribusi pupuk bersubsidi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," kata Harry.Benih unggul pun serupa nasibnya dengan pupuk bersubsidi. Dia belum dijadikan sasaran program pengembangan ketahanan pangan bagi petani hutan.Padahal, petani hutan layak mendapat bantuan benih unggul. Harry menuturkan selama ini benih yang dipakai berasal dari pasar yang kualitasnya sangat bervariasi tergantung ketersediaan di pasar."Usulannya sektor kehutanan dapat menjadi sasaran distribusi benih unggul untuk berbagai jenis tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kacang. Tidak hanya benih unggul, obat-obatan untuk hama bersubsidi juga dibutuhkan," paparnya.Insentif lain yang juga diperlukan yakni akses ke sumber pembiayaan. Harry menuturkan sumber pembiayaan belum yakin terhadap prospek usaha di bidang kehutanan. Padahal, selama ini sektor kehutanan sudah banyak berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan sektor kehutanan menyumbang 5 juta ton hingga 6 juta ton pangan, seperti jagung dan umbi-umbian. (Gloria Natalia/ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top