Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah undang swasta bangun National Broadband

JAKARTA: Pemerintah kembali mengundang sektor swasta untuk menyukseskan National Broadband Plan (NBP) yang baru saja disusun untuk meningkatkan daya saing ekonomi  dan penetrasi Internet nasional.“Perusahaan dan lembaga yang berpotensi bergabung
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 26 September 2011  |  16:33 WIB

JAKARTA: Pemerintah kembali mengundang sektor swasta untuk menyukseskan National Broadband Plan (NBP) yang baru saja disusun untuk meningkatkan daya saing ekonomi  dan penetrasi Internet nasional.“Perusahaan dan lembaga yang berpotensi bergabung di proyek Broadband nasional ini mencapai 40 badan usaha. Saat ini baru sepertiga dari total badan usaha yang bergabung di proyek ini,” ungkap Asisten Deputi urusan Telematika dan Utilisasi Kementerian Koordinator Perekonomian Eddy Satriya hari ini.NBP adalah program telematika untuk mendukung realisasi visi Indonesia 2025. Sebagai infrastruktur dasar,  NBP memiliki dua fungsi utama yaitu membentuk konektivitas dunia maya dan mempercepat terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan.Skenario ini berpotensi mendatangkan investasi tambahan untuk ekonomi nasional hingga 2014 nanti sebesar Rp450 triliun dari target Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Rp10.854 triliun atau US$1,206 miliar.“Sekarang ini ada dua perusahaan yang sudah sejalan dengan proyek NBP pengembangan jaringannya. Jika dilihat hingga tahun depan itu bisa mencapai 14 perusahaan,” ungkapnya.Beberapa perusahaan yang sudah berkomitmen menyukseskan NBP adalah Telkom, Xirka, Inti, Telkomsel, Indosat, Bakrie Telecom, XL Axiata, dan Hariff. Dua institusi pemerintah yang juga berkomitmen adalah Kementerian Perdagangan dan Bappenas.Sesmenko Perekonomian Eddy Abdurrahman mengatakan  skenario NBP dibuat dalam tiga kategori besar. Pertama, pembangunan proyek berbasis nasional terdiri atas tiga proyek yakni jaringan backbone, core, data center, dan central office. Berikutnya pengembangan ekosistem nasional, termasuk SDM dan industri jasa. Terakhir, pabrikan perangkat terminal.Kedua, pembangunan proyek berbasis koridor ekonomi terdiri atas jaringan akses beserta backhaul, network operation center, dan customer support. Ketiga, pembangunan program khusus terdiri atas international gateway di Batam, Menado, dan Merauke, dimana sistem back up dipusatkan di Banjarmasin. Berikutnya showcase TIK di Bali, pabrikasi chipset perangkat terminal di Jawa, dan pusat pengembangan ekosistem lokal di setia koridor ekonomi.“Masuknya Indonesia ke era broadband ekonomi diperkirakan akan mendatangkan tambahan investasi ke dalam perekonomian nasional sebesar Rp96 triliun hingga Rp169,5 triliun tergantung dari mekanisme pembangunan yang dipilih,” katanya.Menurutnya, jika konsep sharing dapat diterapkan secara ideal, maka potensi penghematan biaya sampai 73,5 triliun rupiah diperkirakan dapat dicapai.  “Diharapkan sumber dana dialokasikan dari dana APBN sebesar 8% dari total investasi sementara 92% lainnya dari dana swasta atau Public Private Partnership (PPP),” ungkapnya.Menkominfo Tifatul Sembiring menambahkan saat ini sedang dipacu keluarnya payung hukum pemanfaatan dana ICT Fund yang berasal dari pungutan Universal Service Obligation (USO) operator digunakan untuk mendukung broadband ekonomi. “Sekitar 15%-20%dari dana ICT Fund itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan jaringan. Pungutan dana USO ini lumayan besar, sekitar satu triliun rupiah setiap tahunnya,” ungkapnya.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top