Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pinjaman untuk tol JORR W2 diharapkan cair Oktober

JAKARTA: PT Jalantol Lingkarluar Jakarta menargetkan penandatanganan Kredit Pinjaman untuk pendanaan proyek ruas tol JORR W2 Oktober mendatang, menyusul hampir rampungnya proses pembebasan lahan saat ini yang sudah mencapai lebih dari 75%.Jika proses
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 26 September 2011  |  14:14 WIB

JAKARTA: PT Jalantol Lingkarluar Jakarta menargetkan penandatanganan Kredit Pinjaman untuk pendanaan proyek ruas tol JORR W2 Oktober mendatang, menyusul hampir rampungnya proses pembebasan lahan saat ini yang sudah mencapai lebih dari 75%.Jika proses teken kredit pinjaman sesuai jadwal, maka perusahaan menargetkan proses konstruksi bisa dimulai Januari 2012, dengan masa pembangunan selama 18 bulan.Direktur Utama PT Marga Lingkar Jakarta Sonhadji sebagai salah satu pemegangsaham PT Jalantol Lingkarluar Jakarta mengatakan saat ini setidaknya ada lima perbankan nasional yang tengah melalui proses penjajakan untuk pembiayaan proyek senilai Rp1,8 triliun itu.Rencananya, dari total investasi proyek senilai Rp1,8 triliun, sebesar Rp1,5 triliun akan dibiayai pinjaman dari perbankan, sedangkan sisanya yakni sekitar Rp300 miliar berasal dari equity perusahaaan."Prosesnya sedang dipelajari tim lawyer perbankan masing-masing, dan kami rencananya teken PK bulan depan. Dari lima belum dapat dipastikan siapa yang akan masuk nantinya," ujar Sonhadji di Jakarta pekan kemarin.Selain pembebasan lahan yang sudah hampir rampung, katanya, mereka juga saat ini sudah mendapatkan dua kontraktor untuk mengerjakan dua seksi pertama dari total ruas sepanjang sekitar 7,7 kilometer tersebut.Untuk percepatan proses konstruksi dan pemberian kredit pinjaman tersebut, pihaknya berharap pemerintah segera merampungkan pembebasan lahan diruas itu dimana saat ini sekitar dua kilometernya belum terbebaskan karena masalah sengketa lahan fasos fasum.Sementara itu, untuk percepatan proses pembebasan lahan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum setidaknya menyiapkan dana sebesar Rp220 miliar untuk proses konsinyasi lahan seluas 10,2 hektar yang bersengketa tersebut. Saat ini, lahan tersebut masih dikuasai oleh Copylas Indonesia.Ahmad Hery Marzuki, Kasubdit Pengadaan Tanah Kementerian PekerjaanUmum mengatakan dana tersebut berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 yang dialokasikan untuk landcapping tanah untuk pembangunan tol di Indonesia.  Dia mengatakan jika hasil banding yang diajukan provinsi DKI Jakarta atas lahan itu diputuskan, maka selanjutnya proses pengadaan tanah akan dilakukan melalui mekanisme konsinyasi."Rencananya memang akan diselesaikan dengan proses konsinyasi, dan karena itu kami sudah siapkan anggarannya," ujarnya pekan kemarin.Herry menjelaskan total kebutuhan dana untuk pembebasan tanahnya diproyeksikan mencapai Rp832,47 miliar, dimana 75% lahan sudah terbebaskan. Untuk sisa tanah yang harus dibebaskan tinggal 54% di seksi II Meruya Selatan-Joglo dan 40% di seksi III Joglo-Ciledug yang dikuasai PT Copylas serta 5% di seksi III milik warga. Sementara di seksi I sisanya tinggal 7% akan dikonsinyasi dan di seksi IV tinggal 27% akan dibayar September ini.Rencananya, pada bulan depan, Ditjen Bina Marga akan melakukan serah terima lahan di Seksi I dan IV kepada Badan Pengatur Jalan Tol untuk selanjutnya diserahkan kepada investor, setelah proses konsinyasi rampung.Untuk realisasi pembayaran uang ganti rugi untuk pengadaan tanah JORR W2 hingga 31 Agustus 2011 adalah sebesar Rp 483 milyar, yaitu sebesar Rp112 milyar untuk tanah seluas 9,76 hektar di Jakarta Barat dari kebutuhan 22,47 hektar dan Rp 371 milyar untuk tanah seluas 11,94 hektar di Jakarta Selatan dari kebutuhan 18,82 hektar.Pembangunan jalan tol JORR W2 akan dilaksanakan dalam empat seksi, yaitu seksi I Kebon Jeruk-Meruya Selatan, seksi II Meruya Selatan-Joglo, seksi III Joglo-Ciledug, dan seksi IV Ciledug-Ulujami. Sedangkan kontraktor pelaksana konstruksi yang memenangkan proyek itu yakni PT Wijaya Karya Tbk untuk seksi I dan PT Adhi Karya Tbk untuk seksi II.(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top