PLN tak akan ambil tambahan pasokan gas

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memutuskan tidak akan mengambil tambahan pasokan gas 100 mmscfd yang dijanjikan BP Migas karena harganya dinilai terlalu mahal.Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan bahkan harganya lebih mahal jika dibandingkan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 September 2011  |  20:19 WIB

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memutuskan tidak akan mengambil tambahan pasokan gas 100 mmscfd yang dijanjikan BP Migas karena harganya dinilai terlalu mahal.Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan bahkan harganya lebih mahal jika dibandingkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pembangkit.BP Migas sebelumnya menjanjikan pasokan gas 100 mmscfd untuk PLN yang diambil dari pengurangan ekspor ke Singapura. Proses renegosiasi volume ekspor gas dengan pembeli di Singapura itu sudah mencapai kesepakatan, untuk selanjutnya dimintakan persetujuan pemerintah."BP Migas sudah bertanya ke Singapura, bagaimana prosedur dan harganya. Kemudian BP Migas bertanya ke PLN, itu bisa dikembalikan ke Indonesia tapi harganya begini. Setelah kita lihat, harganya mahal luar biasa, lebih mahal dari BBM, jauh di atas US$20 [per mmbtu],"ujarnya di Gedung DPR hari ini.Seperti diketahui, penggunaan gas untuk pembangkit jauh lebih murah daripada penggunaan BBM. Untuk mengoperasikan pembangkit, PLN harus merogoh biaya bahan bakar diesel sebesar US$19,08 per mmbtu, sementara biaya bahan bakar gas sebesar US$10 per mmbtu.Dahlan menegaskan PLN akan mencari alternatif sumber energi lain untuk mengoperasikan pembangkit, dibanding harus menggunakan tambahan pasokan gas yang mahal itu."Ya ngga jadi lah. Kalau segitu [mahalnya], ya ngapain. Solusinya kita akan cari [sumber bahan bakar] yang lain," ujarnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top