Pugar hanya fokus pada peralatan

JAKARTA: Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dinilai tidak tepat sasaran karena hanya fokus pada penyediaan peralatan, tanpa memikirkan peningkatan produksi petani garam.Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Indonesia Faisal Baidlawi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  18:07 WIB

JAKARTA: Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dinilai tidak tepat sasaran karena hanya fokus pada penyediaan peralatan, tanpa memikirkan peningkatan produksi petani garam.Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Indonesia Faisal Baidlawi mengatakan lewat Pugar pemerintah melupakan lima hal dalam peningkatan produksi petani.Kelima hal itu yakni perbaikan saluran sekunder dan primer, pembuatan waduk bersama untuk penampungan air laut yang baru masuk ke tambak garam, serta perbaikan tanggul luar dan dalam. Hal lainnya yakni penataan ulang meja kristalisasi dan meja evaporasi serta infrastruktur bagi daerah terisolir. "Misalnya di Sampang ada daerah terisolisir. Petani untuk sampai ke sana sulit. Berangkat dari rumahnya jam 8 pagi, sampai tambak jam 11, jam 2 pulang, ya tidak balik lagi. Intensitas dia di sana cuma tiga jam," tuturnya pada akhir pekan.Faisal mempertanyakan alasan pemerintah menurunkan dana untuk penyediaan alat-alat. Padahal, alat-alat itu sudah disiapkan petani di awal musim. Dana Pugar untuk penyediaan alat pun belum juga turun hingga pertengahan musim. Berbeda dengan rencana pemerintah menurunkannya pada Maret 2011."Petani punya dua meja kristalisasi butuh kincir angin. Awal musim sudah beli, mau dikasih empat ya percuma. Kalau alat-alat lain petani sudah punya karena membeli di awal musim," paparnya.Selain tidak tepat sasaran, menurut dia, Pugar juga tidak cepat menurunkan dananya. Dia mencontohkan di Pamekasan anggaran belum cair sama sekali. Lain lagi di Sampang, baru dicairan dana pertama pada medio Agustus. Sumenep juga baru diturunkan pada pertengahan musim. Dari pengamatannya di lapangan, Faisal memprediksi alokasi dana Pugar tidak berdasarkan luas wilayah sasaran."Ini ada kecenderungan sama di setiap kabupaten. Kami menengarai KKP [Kementerian Kelautan dan Perikanan] pada dasarnya tidak siap, data tidak akurat. Bayangkan 4.250 ha dengan 900 ha hampir sama dananya. Bisa-bisa terjadi kecemburuan sosial," paparnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top