Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Arowan melesat, negara untung capai Rp3 miliar

JAKARTA: Ekspor arowana diprediksi mampu menyumbang penerimaan negara hingga Rp3 miliar pada 2011 atau naik 46,34% dibandingkan tahun lalu.Pada 2010 kontribusi perdagangan ikan arowana (Scleopages sp.) bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  12:39 WIB

JAKARTA: Ekspor arowana diprediksi mampu menyumbang penerimaan negara hingga Rp3 miliar pada 2011 atau naik 46,34% dibandingkan tahun lalu.Pada 2010 kontribusi perdagangan ikan arowana (Scleopages sp.) bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp2,05 miliar dan menyerap tenaga kerja 748 orang. Nilai PNBP dari arowana paling besar dibandingkan PNBP dari satwa-satwa lainnya. Bahkan, arowana menyumbang 45,56% dari total PNBP perdagangan tumbuhan satwa ke luar negeri pada 2010 yang mencapai Rp4,50 miliar.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan peningkatan dapat tercapai dengan cara memangkas proses pelayanan surat angkut tumbuhan dan satwa liar luar negeri menjadi 1 hari. Sebelumnya, surat angkut makan waktu 5 hari hingga 1 minggu. Proses layanan ini pun sudah mendapat sertifikat ISO 9001-2008 yang berstandar internasional.“Penerbitan ini terintegrasi dengan sistem national single window yang dikoordinir Ditjen Bea Cukai. Sehingga, dapat meningkatkan kecepatan pelayanan dan meningkatkan pengawasan penanganan ekspor dan impor,” katanya di acara pembukaan All Indonesian Arowana Show 2011 di Jakarta, akhir pekan lalu.Di bidang administrasi perizinan, Kemenhut juga sudah menyederhanakan izin penangkaran arowana jenis Sclerofages formosus untuk generasi kedua (f2) dan generasi setelahnya. Bila sebelum 2011 izin diterbitkan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut, mulai tahun ini izin dikeluarkan kepala Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam (UPT KSDA) setempat.Sclerofages formosus berstatus dilindungi sehingga dia tidak dapat diambil langsung dari alam, hanya dapat diambil dari penangkaran minimal generasi kedua. Saat ini di Indonesia terdapat 134 unti penangkat, terbanyak di Kalimantan Barat yakni 106 unit. Dari 134 unit itu, baru 42 unit penangkar yang telah mengantongi ID CITES, identitas yang berhak mengekspor jenis satwa appendiks I CITES.Sedangkan, jenis Sclerofages yardinii berstatus satwa buru sehingga dia dapat diambil dari alam. Pengambilannya berdasarkan kuota yang direkomendasikan LIPI dan ditetapkan Dirjen PHKA setiap tahun takwim.Pasar potensial ekspor arowana dari Indonesia, menurut Zulkifli, yakni Jepang, China, Thailand, dan Kuwait. Begitu juga dengan pasar Eropa.“Saya kira Amerika Serikat juga nantinya. Di Guangzhou [China] ada pameran dua bulan sekali. Memang ini harus dipatenkan. Paling besar kita ekspor ke China,” katanya.Ketua Arowana Club Indonesia Stephen Suryaatmadja mengatakan pengekspor amat membutuhkan dukungan pemerintah untuk mempermudah ekspor arowana. Dukungan dalam bentuk ringkasnya administrasi ekspor amat penting bila melihat potensi arowana yang sebagian besar hasil produksi dalam negeri dijual ke luar negeri, terutama China yang meraup 80% ekspor arowana Indonesia. Harga jual ekspornya pun tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga jual dalam negeri. Menurut Stephen, harga jual seekor arowana di Indonesia mencapai Rp10 hingga Rp15 juta.“Pembeli-pembeli arowana di luar negeri beranggapan beli ikan di Indonesia sulit, birokrasi sulit. Sementara di Singapura lebih mudah. Ini yang mau kami patahkan bahwa Indonesia tidak sulit birokrasinya,” tuturnya.Stephen bercerita pembeli arowana dari Pontianak harus mengantongi Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa (SAT) Dalam Negeri untuk dibawa ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, ketika pembeli mau membawa arowana itu ke luar negeri dia harus mengurus SAT Luar Negeri.“Tapi sekarang begitu ada transaksi di Indonesia, surat itu keluar, ikan bisa langsung bawa ke bandara, ikan langsung terbang,” ucapnya.Penerbitan SAT luar negeri dengan sistem one day service saat ini, menurut Stephen, juga mendorong para penangkar muda dan pehobi untuk menggeluti penangkaran arowana. Dengan urusan administrasi yang lebih mudah, Stephen berharap pemerintah pun mengusahakan hak paten Indonesia terhadap arowana. Dia melihat ada indikasi dari negara tetangga mematenkan arowana.“Maka tadi kami cukup senang Pak Darori [Dirjen PHKA] bilang sudah tugaskan [untuk mematenkan arowana]. Jangan sampai kita didahului negara tetangga,” ujarnya. (faa) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top