Jual beli selesai, Mandala kapan terbang?

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menunggu pengajuan rencana bisnis PT Mandala Airlines yang rencananya akan kembali mengudara pada akhir tahun setelah kemarin Grup Saratoga dan Tiger Airways telah menuntaskan perjanjian jual beli saham maskapai tersebut.Dirjen
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  12:39 WIB

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menunggu pengajuan rencana bisnis PT Mandala Airlines yang rencananya akan kembali mengudara pada akhir tahun setelah kemarin Grup Saratoga dan Tiger Airways telah menuntaskan perjanjian jual beli saham maskapai tersebut.Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan hingga hari ini Mandala belum melaporkan perkembangan bisnis ke Kementerian Perhubungan.Herry menambahkan PT Mandala Airlines perlu merevisi Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) terkait pergantian kepemilikan,  rencana bisnis, serta kesiapan armada. Menurut Herry, Mandala harus memiliki minimal sepuluh pesawat untuk kembali beroperasi sebagai maskapai penerbangan.“Sepuluh pesawat tidak masalah jika harus didatangkan secara bertahap termasuk pesawat milik atau sewa,”ujarnya kepada Bisnis hari ini.Menurut Herry, Mandala juga harus melengkapi persyaratan teknis (technical requirements) termasuk mengajukan business plan minimal untuk tiga tahun ke depan.Dia berharap PT Mandala Airlines segera  menjelaskan kategori pasar penerbangan, struktur manajemen, SDM, serta pilihan rute penerbangan.“Kami ingin tahu apakah mau pakai rute yang lama atau ganti baru,”ungkapnya.Herry Bakti menambahkan Mandala masih bisa menggunakan rute-rute yang ditinggalkan saat berhenti beroperasi karena belum diambilalih oleh maskapai lain. Menurutnya, meskipun Kemenhub telah membekukan izin rute, Mandala masih menjadi pemilik rute tersebut.Herry Bakti mengatakan pihaknya tidak akan mempersulit Mandala untuk kembali beroperasi. Hanya saja, Dia berharap penjajakan bisnis yang melibatkan Saratoga dan Mandala tidak melampaui waktu tenggang selama 12 bulan.“Kemenhub tidak punya kewenangan untuk mencampuri kepentingan bisnis mereka. Kami hanya menunggu perkembangannya maksimal satu tahun,”jelasnya.PT Mandala Airlines, Grup Saratoga, dan Tiger Airways telah menyepakati dan menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat serta berbagai dokumen legal dan komersial pada Jumat lalu.Saratoga akan memiliki saham mayoritas Mandala Airlines sebesar 51%, Tiger Airways 33%, dan sisanya dimiliki oleh kreditor konkuren dan pemegang saham lama. (faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Surya Mahendra Saputra

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top