Forum UKM Asean galang kekuatan

JAKARTA:  Forum UKM Asia Tenggara atau South of East Asian SME Forum optimistis bisa menjadi satu kekuatan ekonomi besar di regional Asia apabila bersatu menghadapi persaingan pasar bebas terhadap kekuatan kelompok internasional lainnya.Guritno
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 25 September 2011  |  13:41 WIB

JAKARTA:  Forum UKM Asia Tenggara atau South of East Asian SME Forum optimistis bisa menjadi satu kekuatan ekonomi besar di regional Asia apabila bersatu menghadapi persaingan pasar bebas terhadap kekuatan kelompok internasional lainnya.Guritno Kusumo, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan kekuatan itu sangat memungkinkan muncul, karena seluruh anggota memiliki pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menghasilkan produk potensial.“Oleh karena itu ke depan potensi UKM dari Asia Tenggara akan menjadi kekuatan ekonomi yang akan diperhitungkan internasional,” ujar Guritno Kusumo melalui Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Antar Kelembagaan, Meliadi Sembiring kepada Bisnis, hari ini.Guritno Kusumo bersama Meliadi Sembiring dan pejabat lainnya hadir pada pertemuan UKM Asean Asia Tenggara pekan lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Guritno mendapat kehormatan  menyampaikan sambutan serta menyerahkan penghargaan kepada KM Asia Tenggara yang berprestasi.UKM Asia Tenggara bisa menjadi pesaing kelompok usaha internasional lainnya, karena masing-masing negara memiliki keunggulan bervariasi terhadap produk yang dihasilkan. Dan secara kualitas dan karakter, produk itu hampir sama.Forum, kata Guritno, sepakat atas permintaan Indonesia agar menciptakan iklim kondusif bagi pera pejuang pelaku usaha di masing-masing anggota. Termasuk menyediakan atau menciptakan akses pembiayaan, meningkatkan akses pasar serta menjalin bisnis demean jaringan usaha besar.”Sebenarnya kita sudah melakukan linkage dengan usaha besar yang dilakukan dengan perusahaan skala besar di kawasan industri Jababeka, Cikarang Bekasi, Jawa Barat. Negara lain juga sudah melakukan hal sama, namun belum semuanya,” tutur Guritno Kusumo.Meliadi Sembiring menjelaskan selain menciptakan peluang usaha dengan pola linkage, Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga telah melaksanakan fasilitasi lainnya melalui transfer teknologi, menciptakan business incubator, meningkatkan kreativitas dan inovasi produk.”Filipina yang diwakili Gubernur Cebu, Gwendolyn F Garcia, mengungkapkan bahwa peran pemerintah masih tetap diperlukan bagi pengembangan kapasitas maupun usaha yang digeluti UKM,” papar Meliadi Sembiring.Pemerintah Provinsi Cebu yang dipimpin seorang wanita, ujar Meliadi, tetap memberikan pendampingan kepada UKM-nya serta menciptakan iklim usaha kondusif melalui pelatihan-pelatihan. “Kalau kita tentu saja mengambil contoh program yang sukses.”Meski demikian, katanya, karena pertemuan itu hanya diikuti adalah anggota forum, maka setiap informasi yang disampaikan oleh negara lain, bisa menjadi ereferensi maupun segera diterapkan di negara masing-masing. Terutama yang berminat mengaplikasikannya.Topik yang diangkat Gwendolyn F Garcia pada forum tersebut, mengenai kelangsungan danperkembangan ekonomi UKM di kawasan Asia Tenggara.  Terutama mengenai implikasi ekonomi global dan regional dalam eksistensi dan peningkatan kapasitas UKM.Hal tersebut dipandangnya vital agar UKM bisa memahami apa yang akan terjadi ke depan pada tahun berikutnya. Provinsi Cebu mengaopsi strategi mengembangkan potensial sektor UKM bagi peningkatan ekonomi.Untuk memperkuat langkah tersebut, diperlukan lembaga keuangan di tengah-tengah meningkatnya biaya produksi yang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil menengah. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top