UBEP Sangasanga & Tarakan bidik produksi 9.000 bph

SANGASANGA, Kutai Kartanegara : PT Pertamina EP Unit Bisnis EP Sangasanga & Tarakan memproyeksikan sampai akhir 2011 produksi minyak dari wilayah kerja Field Sangasanga mencapai 9.000 barel per hari (bph), menyusul pengeboran sumur baru dan upaya
manda
manda - Bisnis.com 22 September 2011  |  07:20 WIB

SANGASANGA, Kutai Kartanegara : PT Pertamina EP Unit Bisnis EP Sangasanga & Tarakan memproyeksikan sampai akhir 2011 produksi minyak dari wilayah kerja Field Sangasanga mencapai 9.000 barel per hari (bph), menyusul pengeboran sumur baru dan upaya re-aktifasi sumur tua.Apabila prediksi tersebut benar-benar terealisasi maka PT Pertamina EP Unit Bisnis EP (UBEP) Sangasanga & Tarakan mencatat kenaikan produksi minyak dari Field Sangasanga sekitar 83,3% dibandingkan dengan realisasi 2010 yaitu 4.911 bph.Field Engineer PT Pertamina EP UBEP Sangasanga & Tarakan Nugroho Susetyo menuturkan produksi minyak dari wilayah kerja Sangasanga saat ini mengalami peningkatan signifikan, pasca alih kelola dari Medco Energy Indonesia pada 15 Oktober 2008.Pada 2008, produksi minyak yang dihasilkan sumur-sumur yang tersebar di Sangasanga, Anggana dan Samboja hanya sebesar 4.300 bph. Pasca alih kelola, produksi minyak diklaim mampu ditingkatkan menjadi 5.300 bph.“Pertengahan September 2011, produksi kami sudah 6.671 bph dengan angka tertinggi produksi pernah menyentuh 8.220 bph. Sampai akhir tahun ini kami perkirakan bisa memproduksi sebanyak 9.000 bph,” kata Nugroho, kepada Bisnis di sela-sela Press Tour BP Migas Kalimantan Sulawesi, kemarin.Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola unit bisnis eksplorasi dan produksi di Sangasanga & Tarakan, Kalimantan Timur ini mencatat realisasi produksi per September tersebut melampaui target yang ditetapkan perusahaan yang hanya 5.497 bph. Dalam 3 tahun terakhir, tren produksi minyak dari Sangasanga mengalami peningkatan atau melampaui target yang dipatok perusahaan, dimana realisasi pada 2009 sebesar 4.704 bph, 2010 naik menjadi 4.911 bph dan sebesar 6.671 bph selama 9 bulan tahun ini.Menurut Nugroho, tren peningkatan tersebut seiring pengeboran sumur-sumur baru dan reaktifasi sumur-sumur tua yang dinilai masih memiliki potensi produksi minyak melalui kegiatan survei seismik, reparasi dan perawatan sumur.Selama 3 tahun terakhir setidaknya ada penambahan 10 sumur baru dan sebanyak 30 sumur tua yang coba diaktifkan kembali. Pada tahun depan, perusahaan berencana melakukan pengeboran 17 sumur baru di area North Kutai Lama (NKL).“Usaha menaikkan produksi minyak terus kami lakukan dengan menambah lifetime sumur melalui perawatan, reparasi sumur tua hingga mencari zona-zona baru dan lainnya. Probabilitas sumur lama apakah bisa diaktifkan kembali atau tidak itu ya 50:50. Kami memiliki program percepatan 200 sumur,” ujarnya.Di wilayah kerja Pertamina EP UBEP Field Sangasanga total terdapat 1.506 sumur yang kebanyakan berusia tua dan berada di daratan (on shore). Dari 1.506 sumur tersebut, hanya 120 sumur yang aktif berproduksi. Selain minyak, Field Sangasanga juga dieksplorasi gas dengan produksi 2 MMscfd (juta metric standar kaki kubik per hari). Adapun kapasitas maksimal sebenarnya 3 MMscfd.Sebagian besar sumur minyak yang berusia tua itu tersebut merupakan peninggalan atas pengoperasian dan pengelolaan ladang minyak lapangan ini yang diawali oleh Nederlandsch-Indische Industrie en Handel Maatchappij (NIHM) periode 1987-1905.Selanjutnya pengelolaan beralih kepada batavia Petroleum Maatschappij (BPM) periode 1905-1942. Pasca kemerdekaan, lapangan minyak yang masuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ini dikeloa BPM/Shell/Permina (Pertamina) hingga 1972.Kemudian Tesoro Indonesia Petrolium melanjutkan pengelolaan sumur-sumur minyak tersebut hingga 1992 dan terakhir dikelola oleh Medco Energy Indonesia (1992-2008). Sumur-sumur minyak di wilayah kerja ini memiliki kedalaman yang bervariasi, seperti North Kutai Lama (NKL) sekitar 1.902 meter, Louise 1.465 meter, Anggana 1.159 meter, South Kutai Lama 1.149 meter, Muara 1.220 meter dan Samboja 1.710 meter.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top