Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahasiswa Malang tolak impor beras

MALANG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD dan Balaikota Malang menuntut penghentian impor beras.Dalam aksinya,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  14:57 WIB

MALANG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD dan Balaikota Malang menuntut penghentian impor beras.Dalam aksinya, selain mengusung aneka spanduk bernada kecaman, mahasiswa juga melakukan orasi agar pemerintah segera menghentikan kebijakan impor.“Kebijakan impor beras, daging, garam, dan sembako lainnya, menunjukkan kalau pemerintah telah menggadaikan kesejahteraan rakyatnya,” kata Wildan Alfarizi Koordinator Lapangan BEM UIN Maliki di Malang hari ini.Menurut dia, kebijakan impor tersebut juga merupakan langkah yang sama sekali tidak pro rakyat dan akan membunuh rakyat kecil secara perlahan. Sementara pemerintah masih sibuk dengan upaya pencitraan dirinya di tengah jeritan petani dan nelayan. “Kami juga menilai kebijakan impor ini sebagai langkah yang tidak masuk akal.”Selain itu, mahasiswa juga menilai, kebobrokan negara juga kian terlihat dari banyaknya kasus korupsi yang marak terjadi. Seperti korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.“Tidak hanya itu kasus Bank Century pun hanya menjadi kenangan tanpa ada penindakan pidana bagi pihak yang bersalah. Korupsi yang mengakar  membuat masyarakat berada dalam sistem yang memiskinkan secara terstruktur.”Sementara para pelaku tindak korupsi, jelas dia, bisa dengan bebas begitu saja tanpa ada hukuman yang member efek jera. Korupsi juga telah mengakibatkan ketimpangan sosial semakin terasa dimana yang kaya akan semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin. “Dan presiden terlihat lemot dan tidak berdaya ketika di kementerian bersatu jilid dua banyak terjadi korupsi,” tambahnya.Untuk itu, BEM UIN Maliki menuntut usut tuntas korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, usut tuntas kasus Bank Century,  tolak remisi para koruptor, hentikan impor daging, garam, beras, dan sembako lainnya, serta tuntaskan kasus lumpur Lapindo.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top