Insentif pajak RI kalah kompetitif

JAKARTA: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menilai insentif pajak yang diberikan pemerintah Indonesia masih kalah kompetitif dibandingkan dengan Thailand sehingga masih sulit bagi prinsipal meningkatkan jumlah investasinya.Presdir TMMIN Masahiro
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 14 September 2011  |  19:41 WIB

JAKARTA: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menilai insentif pajak yang diberikan pemerintah Indonesia masih kalah kompetitif dibandingkan dengan Thailand sehingga masih sulit bagi prinsipal meningkatkan jumlah investasinya.Presdir TMMIN Masahiro Nonami mengatakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM/luxury tax) di Thailand untuk otomotif lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia, sementara bea masuk (import duty) untuk sebagian besar jenis kendaraan juga relatif rendah di Negeri Gajah Putih itu."Rendahnya pajak menjadi salah satu tantangan terbesar agar Indonesia menjadi lebih kompetitif baik untuk kendaraan maupun komponennya. Saat ini diakui PPnBM Thailand lebih kecil daripada PPnBM Indonesia," katanya seusai melakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pembangunan pabrik kedua Toyota, hari ini.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Indonesia masih mengenakan PPnBM yang tinggi bagi sebagian besar kategori kendaraan dengan persentase sekitar 10%-75%.Sementara itu, bea masuk baik untuk kendaraan rangkaian utuh (CBU/completly built up), rangkaian terurai (CKD/completly knock down), dan rangkaian tak terurai penuh (IKD/incompletly knock down) masih relatif besar meski ada kecenderungan menurun seiring dengan kesepakatan Asean Free Trade Agreement (AFTA).Pada 2007, bea masuk CBU berkisar 10% - 55% tapi pada 2010 mulai turun menjadi sekitar 10%-40%, sementara CKD tinggal 5%-10% mulai 2010 dan IKD hanya berkisar 0%-7,5%. Nonami melanjutkan tingginya beban pajak di Indonesia menyebabkan Toyota belum berencana melakukan perluasan pabrik secara intensif pada beberapa tahun mendatang.Pada saat yang sama, minat dan loyalitas konsumen terhadap Toyota dinilai semakin menguat sehingga pasar membutuhkan terobosan agar Toyota tetap menjadi penguasa pasar otomotif di Indonesia dalam jangka panjang. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top