DPRD Jabar sorot kinerja BUMD wisata

BANDUNG: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat akan memanggil direksi Perusahaan Daerah Jasa Kepariwisataan (Jawi)karena dianggap belum mampu memberikan keuntungan maksimal bagi daerah.Wakil Ketua Komisi C DPRD Jabar Uum Syarif Usman menilai kinerja
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Juli 2011  |  09:28 WIB

BANDUNG: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat akan memanggil direksi Perusahaan Daerah Jasa Kepariwisataan (Jawi)karena dianggap belum mampu memberikan keuntungan maksimal bagi daerah.Wakil Ketua Komisi C DPRD Jabar Uum Syarif Usman menilai kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut cenderung stagnan pascapembentukan Panitia Khusus BUMD Jabar pada 2010 lalu. Padahal, kata dia, kinerja BUMD Jabar lainnya justru sedang menggeliat seperti PT Jasa Sarana, PT Agronesia, dan Bank BJB."Untuk itu, kami akan memanggil direksi PD Jawi untuk meminta penjelasan. Pemanggilan mungkin setelah selesainya pansus yang sedang bekerja sekarang," katanya hari ini.Uum mengatakan PD Jawi, BUMD yang bergerak di bidang jasa dan kepariwisataan, sebetulnya berpotensi mendatangkan keuntungan yang cukup besar bagi daerah. Apalagi, katanya, struktur perusahaan ditopang oleh aset strategis berupa hotel, bioskop, dan bangunan properti lainnya. "Kalau dikelola dengan baik tentu akan memberikan dividen bagi daerah," tuturnya.Uum menilai DPRD Jabar telah memberikan rekomendasi kepada BUMD tersebut untuk memperbaiki kinerja.Rekomendasi yang diberikan a.l pembenahan manajemen, review kerja sama dengan pihak ketiga, dan lain-lain."Banyak dari kerja sama yang dilakukan ternyata tidak cukup memberikan keuntungan bagi daerah. Bahkan, beberapa aset perusahaan berada dalam kasus sengketa," katanya.Sementara itu, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara berharap kinerja BUMD Jabar mampu mendatangkan keuntungan lebih besar pada masa mendatang.Selama ini, katanya, pemasukan ke kas daerah, terutama hanya ditopang oleh pajak kendaraan bermotor.Irfan berharap nilai dividen ke kas daerah akan mencapai Rp1 triliun pada 10--15 tahun ke depan, atau mencapai 10% dari total APBD Jabar saat ini sebesar Rp10 triliun. "Karena itu kami akan terus menggenjot terus kinerja BUMD. Jadi ke depan tidak hanya bertumpu pada pemasukan pajak kendaraan bermotor saja," katanya.Menanggapi hal itu, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jabar Taufik Budi Santoso mengemukakan Pemprov Jabar memang sedang menjalankan proses restrukturisasi atas struktur perusahaan PD Jawi.Restrukturisasi itu, katanya, meliputi aset perusahaan, usaha, sumber daya manusia, dan organisasi. Menurut dia, restrukturisasi tersebut akan berjalan hingga 2012 mendatang."Setelah restrukturisasi kemungkinan akan ada penyertaan modal baru buat PD Jawi," tuturnya.(ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top