Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran, Distribusi BBM Jatim masih terkendala

SURABAYA: PT Pertamina Persero mengklaim penyaluran distribusi bahan bakar minyak bersubsidi selama H-10 hingga H+10 pada Lebaran 2011 masih banyak mengalami kendala baik teknis maupun nonteknis. Diketahui, Gubernur Jawa Timur mendesak Pertamina untuk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juli 2011  |  09:21 WIB

SURABAYA: PT Pertamina Persero mengklaim penyaluran distribusi bahan bakar minyak bersubsidi selama H-10 hingga H+10 pada Lebaran 2011 masih banyak mengalami kendala baik teknis maupun nonteknis. Diketahui, Gubernur Jawa Timur mendesak Pertamina untuk segera melakukan perbaikan jalur distribusi. Menurutnya, potensi kelangkaan bahan bakar bersubsidi menjelang Lebaran tidak disebabkan karena tidak adanya stok, namun lebih diakibatkan oleh terjadinya kekacauan distribusi.Pertamina memprediksi, pada H-10 hingga H+10 konsumsi BBM diperkirakan akan melonjak sebesar 11% hingga 20%. Bahkan, pada saat H-2 konsumsi premium dipastikan akan melonjak hingga 100% dari hari biasa yang mencapai 10.500 kl/hari. Kenaikan ini dipicu besarnya jumlah masyarakat yang melakukan aktifitas mudik pada H-4 hingga H-2.Assisitant Customer Relation External Relation Pertamina Regional V, Rustam Aji mengatakan kendala itu diantaranya keberdaan pengusaha SPBU yang tidak sehat dan kemacetan lalu lintas yang menghambat truk tangki berukuran 32.000 dan 24.000 liter yang mendistribusian BBM. Truk tangki pengangkut BBM hanya mampu melewati jalur yang biasanya menjadi jalur arus mudik dan balik Lebaran, katanya di Surabaya, hari ini.Pada keluhan keberadaan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak sehat, rustam mengataan, sedikitnya 5% dari 940 pengusaha SPBU masih melakukan penebusan pasca BBM habis. Berdasarkan pola teknis distribusi BBM dari depot ke SPBU, pengiriman akan dilakukan sehari setelah penebusan BBM dilakukan. Pola yang tidak sehat dari pengusaha SPBU inilah yang kerap mengakibatkan distribusi BBM tersendat.Menurut Rustam, banyak pengusaha SPBU yang menunggu habis BBM pada stok tangki pendamnya. Saat habis pada masa libur, secara otomatis pengusaha SPBU tidak data melaukan penebusan BBM karena bank tutup. Untuk itu, pertamina mengimbau kepada pengusaha SPBU untuk tidak menunggu habis stok BBM.Untuk menanggulangi tersendatnya BBm pada H-10 hingga H+10 Lebaran 2011, pertamina akan segera melakukan memorandum of understanding dengan beberapa bank untuk membuka setoran setiap hari tanpa libur saat Lebaran. Kesepakatan akan diadakan denganempat bank, yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bukopin dan Bank BCA.Sementara untuk menjamin kelancaran distribusi BBM di jalur arus mudik, kata Rustam, pertamina akan menyediakan 10 kantung BBM yang akan disiagakan di sekitar jalur mudik. Sebanyak lima kantung diantaranya tersebar di jalur mudik pantai utara (Pantura). Di pantura Jawa Timur, akan disiagakan di kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo dan Bondowoso. Sisanya tersebar di kabupaten yang dilalui arus balik dan mudik lainnya.(faa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top