Awas harga beras mulai naik

JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mulai naik dan menyumbang terhadap inflasi sebesar 5% pada bulan ini sementara hingga bulan ini masih terjadi deflasi.Lembaga ini juga menyatakan bahwa Indonesia bisa menekan inflasi hingga di
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 29 Mei 2011  |  06:02 WIB

JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mulai naik dan menyumbang terhadap inflasi sebesar 5% pada bulan ini sementara hingga bulan ini masih terjadi deflasi.Lembaga ini juga menyatakan bahwa Indonesia bisa menekan inflasi hingga di bawah 3% dalam jangka panjang, sehingga bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi global.Kepala BPS Rusman Heryawan mengungkapkan hingga pekan terkahir bulan ini, harga beras dan gula mengalami kenaikan. Namun, harga bahan pokok lainnya tidak mengalami kenaikan sebagaimana yang dicatat beras dan gula.Kesimpulan akhirnya, potensi deflasi masih sangat besar, walaupun mungkin lebih kecil potensinya dibandingkan dengan bulan lalu. Hal lain yang juga perlu dilihat adalah harga Pertamax sudah naik, ujarnya pekan ini.Menurut dia, kendati ada potensi deflasi yang sangat besar, akan tetapi pihaknya belum bisa memastikan terjadi deflasi. Hal itu lantaran tidak semua harga kebutuhan pokok mengalami penurunan harga.Yang jelas, kalau bulan lalu deflasi berada di kisaran 0,31%-0,32%, untuk saat ini kemungkinan berada di bawah itu, lanjut Rusman.Dalam kesempatan itu, Rusman juga menyatakan bahwa salah satu prasyarat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi adalah mampu mengendalikan inflasi. Sebagaimana negara-negara maju lainnya, Indonesia juga harus mampu menekan inflasi di bawah 3%. Pencapaian itu bisa dicapai dalam jangka panjang, dan salah satunya adalah harga bahan pokok tidak menjadi masalah yang musiman.Negara-negara lain telah berhasil keluar dari masalah harga bahan pokok tersebut dengan perencanaan yang matang.Inflasi terkait dengan supply dan demand, dan di Indonesia hal itu sangat terkait dengan permintaan dan penawaran bahan pokok. Dengan perencanaan yang baik, ke depan masalah tersebut seharusnya bisa diselesaikan, katanya.Kendati demikian, bukan berarti Indonesia harus mencapai inflasi 0%, lantaran hal itu justru tidak memberi gairah bagi dinamika perekonomian.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top