Eceran diprediksi tumbuh 13%-15%

JAKARTA: Pertumbuhan bisnis eceran pada 2011 diperkirakan antara 13%-15% dengan kategori produk yang banyak dikonsumsi masih pada personal care (perawatan diri) dan makanan.
Ria Indhryani | 09 Desember 2010 10:56 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan bisnis eceran pada 2011 diperkirakan antara 13%-15% dengan kategori produk yang banyak dikonsumsi masih pada personal care (perawatan diri) dan makanan.

Pertumbuhan bisnis tersebut sampai dengan akhir tahun ini dipastikan mencapai 12% atau meninggi dari ekspansi bisnis minimarket dan supermarket, setelah sampai September lalu pertumbuhannya lebih dari 5%.Menurut Yongky Susilo, Retailer Service Director Nielsen Indonesia, konsumen saat ini memegang kendali waktu, kenyamanan dan juga kebebasan, sehingga permintaan barang dan jasa menjadi begitu kompleks.Untuk itu, para peritel harus berani tampil beda, karena seiring dengan tantangan ekonomi, konsumen pun beraksi atas inisiatif dari pengecer dan industri manufaktur yang berdampak pada pertumbuhan belanja konsumen yang positif dibandingkan dengan tahun lalu, meski tidak signifikan (10%).Kondisi bisnis ritel tahun depan masih tumbuh, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi di atas 6%, ditambah dengan peritel masih akan ekspansi, demikian juga toko tradisional yang ingin melebarkan usahanya di berbagai daerah, tuturnya usai paparan Marketing and Media Presentation 2010, hari ini.Yongky menuturkan sejumlah strategi yang dapat dijalankan oleh pengecer untuk membedakan diri satu sama lain, misalnya dengan promosi harga, bahkan hal itu dapat menarik pengecer pasar tradisional menjadi pelanggan di pasar modern.Jaminan kesegaran dan harga murah menjadi strategi dari pengecer modern untuk menarik lebih banyak konsumen berkunjung secara teratur.Banyaknya promo dengan harga sangat murah, cicilan 0%, gratis kupon, gratis hadiah dan berbelanja dengan diskon khusus pada tengah malam sangat menolong pertumbuhan bisnis ritel saat ini dan dalam beberapa tahun mendatang, ungkapnya.Namun, dia menuturkan masih harus diperhatikan mengenai cara konsumsi media di masyarakat yang dalam tahun mendatang diperkirakan berubah, terutama konsumsi surat kabar.Jumlah pembaca koran yang juga mencari informasi dari internet tumbuh hampir dua kali lipat dalam lima tahun mendatang (2005-2010) dari 19% hingga menjadi 35%.Perubahan juga terjadi tidak hanya dalam cara konsumsi media dan apa yang ditonton di televisi, tapi juga dalam hal beriklan di media. Dalam lima tahun lalu, iklan rokok cengkeh sangat mendominasi, tapi tahun ini iklan perlengkapan komunikasi menjadi raja, paparnya. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top