Peserta Wisdom kunjungi lereng Merapi

JAKARTA: Sekitar 450 orang peserta WISDOM 2010 mengikuti Post Merapi Eruption Social Program pagi hari ini untuk mempelajari kearifan lokal dan meneliti bagaimana gunung itu dapat memberi pelajaran tentang sumber daya alam, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan,
Ria Indhryani | 08 Desember 2010 04:56 WIB

JAKARTA: Sekitar 450 orang peserta WISDOM 2010 mengikuti Post Merapi Eruption Social Program pagi hari ini untuk mempelajari kearifan lokal dan meneliti bagaimana gunung itu dapat memberi pelajaran tentang sumber daya alam, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan politik.

Penyelenggaraan diakhiri dengan mengajak peserta mengunjungi beberapa desa melewati rute Pangukrejo-Gondang-Petung-Pagerjurang," kata Sudjarwadi, Rektor UGM di sela-sela penutupan World Conference on Culture, Education and Science (WISDOM) 2010 di Graha Saba.Tujuannya, agar peserta dapat memahami semangat Merapi yang menjadi akar kearifan lokal dan telah ada dalam masyarakat sekitar di sekitarnya selama berabad-abad. Menurut Rektor, kunjungan ini penting untuk menunjukkan kearifan lokal berperan sebagai sumber daya alam untuk menjaga Merapi dan penduduk sekitarnya.Peserta sebagian besar adalah kalangan akademisi, lewat program ini kami mengundang para peneliti untuk datang karena Gunung Merapi merupakan gunung paling aktif di dunia," katanya. Selain itu pihaknya sedang mengembangkan jalur wisata Merapi yang dirancang dosen arsitek untuk menggabungkan wisata alam dan wisata pengetahuan.Paket perjalanan ini nantinya bukan sekadar mengajak jalan-jalan, tetapi wisatawan juga akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman nyata mengenai kearifan lokal, sama halnya yang didapatkan peserta WISDOM 2010.Kami bahkan sudah menyiapkan suvenir berupa batu vulkanik lengkap dengan penjelasannya, ungkap Sudjarwadi.UGM mempelajari pengetahuan baru dan bersama berbagai pihak mengupayakan kondisi yang lebih baik sehingga dapat mendorong masyarakat untuk dapat hidup berdampingan secara harmonis bersama Gunung Merapi dengan kearifan lokal yang dimiliki," katanya.Kearifan lokal masyarakat di sekitar Merapi diharapkan bisa menginspirasi dunia untuk penyelesaian masalah-masalah global terutama yang menyangkut lingkungan hidup.Pasalnya dengan berkembangnya ilmu-ilmu modern saat ini ada beberapa pihak yang melupakan kearifan lokal pada masa lalu. Oleh karena itu, mumpung WISDOM mengumpulkan para ahli-ahli dari berbagai disiplin ilmu, pihak swasta, instansi pemerintah dan lembaga asing.Kami sama-sama berpikir supaya penemuan teknologi dan ilmu pengetahun yang mutakhir dan terkini bisa sejalan dengan kearifan lokal dari nenek moyang," ucap Sudjarwadi. (mfm)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup