Kemendiknas usulkan 2 opsi nilai UN

JAKARTA: Kementerian Pendidikan Nasional mengusulkan dua opsi penentu nilai akhir ujian nasional (UN) pada 2010 untuk mendapatkan mutu kelulusan yang lebih baik.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  10:52 WIB

JAKARTA: Kementerian Pendidikan Nasional mengusulkan dua opsi penentu nilai akhir ujian nasional (UN) pada 2010 untuk mendapatkan mutu kelulusan yang lebih baik.

Pertama, nilai akhir dari UN dan ujian sekolah digabungkan, serta nilai rata-rata yang didapat itu harus lebih besar dari 5,5 atau ada empat nilai 5,5 yang diperoleh siswa.Kedua, siswa dapat mengikuti ujian ulangan jika sebelumnya gagal lulus dengan memperoleh nilai empat pada dua mata pelajaran dari enam pelajaran yang diujikan.Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli, kedua opsi tersebut disampaikan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan bagi pelaksanaan ujian nasional tahun depan.Opsi pertama akan semakin menjaga mutu, karena akan ada perbaikan yang dilakuan pihak sekolah agar siswa mendapat nilai baik pada rapornya, ujarnya saat dengar pendapat di DPR, hari ini.Namun, lanjutnya, opsi ini menimbulkan konsekuensi tidak akan ada ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus pada ujian utama layaknya UN 2010.Mansyur menyatakan opsi pertama lebih diunggulkan, karena Kemendiknas keberatan dengan adanya ujian ulangan UN.Pelaksanaan dan pengawasan ujian ulangan tidak bisa diawasi, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah dan adanya ujian ulangan juga hampir bersamaan jadwal seleksi SNMPTN [nasional masuk perguruan tinggi negeri], tuturnya.Menurut dia, apabila tidak ada ujian ulangan maka UN dapat digelar pada 18 april 2010 dan berakhir 28 Mei 2011.Menanggapi hal tersebut, anggota komisi X DPR Tubagus Deddy Gumelar berpendapat opsi pertama menarik untuk dipertimbangkan, karena tidak menyulitkan siswa. Selain itu, pihaknya juga setuju kalau tidak perlu ada ujian ulangan, karena tidak adil dan tidak mendidik, tapi Kemendiknas harus menyatukan jadwal UN dan ujian sekolahnya.Opsi pelaksanaan ujian yang pertama dapat dilakukan, tapi semua mata pelajaran diujikan dengan bobot diperberat. Tidak ada ujian ulangan, karena tidak adil dan tidak mendidik, ungkapnya.Kedua usulan tersebut, katanya, akan dibahas lebih lanjut di kalangan DPR agar hasil akhir berupa keputusan pelaksanaan ujian nasional pada tahun depan tidak merugikan para siswa. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top