Freight batu bara ke China turun 30%

JAKARTA: Ongkos angkut (freight) komoditas ekspor batu bara dari Indonesia ke China Selatan dengan menggunakan kapal berbendera Merah Putih turun US$6 per ton menjadi US$14 per ton atau turun 30% dibandingkan dengan tarif Juni sebesar US$20 per ton.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Desember 2010  |  07:14 WIB

JAKARTA: Ongkos angkut (freight) komoditas ekspor batu bara dari Indonesia ke China Selatan dengan menggunakan kapal berbendera Merah Putih turun US$6 per ton menjadi US$14 per ton atau turun 30% dibandingkan dengan tarif Juni sebesar US$20 per ton.

Sebaliknya ongkos angkut komoditas dari China Selatan ke Indonesia lebih rendah lagi yakni hanya US$10 per ton menyusul sepinya permintaan muatan. Dari China tidak ada muatan, Kata Sunarto, Direktur Utama PT Gurita Lintas Samudera, hari ini.

Dia menjelaskan freight komoditas batu bara ekspor dari Indonesia ke China dalam beberapa bulan terakhir sudah berada di level terbawah meskipun pangsa pasar komoditas ini sangat besar.

Menurut dia, selain membludaknya armada berbendera asing yang menggarap pangsa muatan ekspor batu bara di Indonesia dengan menawarkan tarif rendah, ongkos angkut juga anjlok akibat demand dan pasokan kapal yang tidak berimbang.

Sunarto menjelaskan kapal dari China berani memungut ongkos angkut yang lebih murah dibandingkan dengan kapal berbendera Indonesia sehingga kondisi itu berpengaruh ke freight secara keseluruhan.

Menurut dia, saat ini ongkos angkut komoditas batu bara dari Indonesia ke China Selatan hanya US$14 per ton, sedangkan dari Indonesia ke China Utara juga rendah yakni US$17 per ton.

Pada Juli 2010, tarif sewa kapal curah batu bara dari Indonesia ke China sudah turun 15% seiring anjloknya tarif sewa kapal jenis itu di pasar global menyusul pemangkasan permintaan batu bara ke China. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top