Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini (26/2): Batu Bara dan CPO Menghijau Sepekan

Harga batu bara dan minyak sawit pada hari ini, Senin (26/2) telah mencatatkan penguatan dalam sepekan.
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg/Dimas Ardian
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas batu bara telah menguat dalam sepekan di tengah rencana India yang akan meningkatkan gerbong kereta untuk mengangkut batu bara. Harga crude palm oil (CPO) juga menghijau dalam sepekan dengan ada potensi diperdagangkan lebih kuat pada minggu ini.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Senin (26/2/2024), harga batu bara berjangka kontrak Maret 2024 di ICE Newcastle pada perdagangan Jumat (23/2/2024) mencatatkan penguatan sebesar 0,40% atau 0,50 poin ke level 125,25 per metrik ton. Kontrak ini telah menguat 2,04% dalam sepekan. 

Kemudian, kontrak pengiriman untuk April 2024 juga menguat sebesar 0,36% atau 0,45 poin ke level 124,75 per metrik ton. Dalam sepekan kontrak ini menguat 1,59%.

Mengutip CoalMint, Indian Railways berencana untuk  mengoperasikan 600-650 kereta barang batu bara setiap hari untuk memenuhi permintaan listrik musim panas ini. Kementerian Perkeretaapian India berencana untuk menambahkan 4.000-4.500 gerbong kereta pada 24 April 2024, dengan potensi untuk menambah 3.000 gerbong lagi jika permintaan meningkat. 

Adapun, saat ini terdapat sebanyak 350 kereta barang  yang mengangkut batu bara, dengan rencana untuk menambah 70 lagi setelah 24 Februari 2024.

Permintaan batu bara untuk tahun fiskal 2025 diperkirakan sebesar 874 juta ton, sementara produksinya sekitar 1.111,6 juta ton.

Berdasarkan catatan Bisnis, China sebagai negara penghasil emisi karbon tertinggi di dunia berisiko tidak mencapai target iklimnya pada 2025 dan berisiko mengalami kerugian ekonomi. 

Para analis iklim Centre for Research on Energy and Clean Air (Crea) juga menuturkan bahwa untuk mengatasi tantangan yang muncul oleh lonjakan pembangunan PLTU batu bara yang tak terkendali, China harus membatalkan kebijakan yang mendukung ekspansi pembangkit batu bara. 

Harga Komoditas Hari Ini (26/2): Batu Bara dan CPO Menghijau Sepekan

Harga CPO

Berikutnya, untuk harga CPO atau minyak kelapa sawit di Bursa Derivatif Malaysia pada Maret 2024 telah menguat 13 poin menjadi 3.967 ringgit per metrik ton. Dalam sepekan kontrak ini telah menguat sekitar 1,51%.

Kemudian untuk kontrak acuan pada Mei 2024, kelapa sawit menguat sebesar 12 poin menjadi 3.851 ringgit per metrik ton, dan menguat sekitar 1,16% dalam sepekan. 

Mengutip Bernama, dealer berpendapat bahwa kontrak berjangka minyak sawit (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives mungkin diperdagangkan lebih tinggi pada minggu depan karena sentimen positif yang sedang berlangsung. 

Pedagang minyak sawit David Ng menuturkan bahwa sentimen positif di pasar minyak sawit diproyeksikan terus meningkat pada minggu ini, menimbang antisipasi melemahnya produksi karena para pelaku pasar menanti data output terbaru. 

Oleh karena itu, David Ng memproyeksikan bahwa pasar akan diperdagangkan di antara 3.800 dan 4.000 ringgit per metrik ton pada minggu ini. 

Pedagang minyak sawit senior di grup perusahaan Interband, Jim Teh, menuturkan bahwa aktivitas ambil untuk (take profit) akan terjadi minggu ini lantaran kinerja ringgit terhadap dolar AS.

“Mengenai stoknya, ada banyak stok minyak sawit di pasar Malaysia dan Indonesia, jadi tidak ada masalah yang mendesak mengenai hal itu,” jelasnya. 

Lebih lanjut, dia berpendapat bahwa harga minyak sawit mungkin diperdagangkan di antara 3.500-3.600 ringgit per metrik ton pada minggu ini. 

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Ringgit malaysia ditutup melemah -0,04% terhadap dolar AS pada Jumat (23/2). Ringgit yang melemah membuat minyak kelapa sawit lebih menarik bagi pemegang mata uang asing. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper