Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Momen Libur Nataru 2024 Bakal Kerek Ekonom RI kembali ke Atas 5%?

Simak penjelasan ekonom terkait apakah momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 bisa kerek ekonomi Indonesia ke atas 5%.
ILUSTRASI NATAL. Momen Libur Nataru 2024 Bakal Kerek Ekonom RI kembali ke Atas 5% JIBI/Bisnis/Abdurachman
ILUSTRASI NATAL. Momen Libur Nataru 2024 Bakal Kerek Ekonom RI kembali ke Atas 5% JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom meramalkan momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru 2024 akan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali berada di atas 5%. Setelah pada kuartal III/2023 turun ke angka 4,94% (year-on-year/yoy).

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam mengungkapkan bahwa momen libur Nataru memang secara signifikan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Seperti halnya Hari Raya IdulFitri di mana masyarakat berbondong-bondong melakukan mudik dan liburan, Hari Natal pun demikian. Alhasil, aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat naik signifikan.  

“Dengan adanya Nataru, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan kembali naik ke atas 5%, dikisaran 5,05%-5,1%,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/12/2023).  

Sementara untuk keseluruhan tahun, Piter memprediksikan ekonomi Tanah Air akan resilien di rentang 4,95% hingga 5,1% secara tahunan (yoy). 

Geliat ekonomi pada momen Nataru kali ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya yang tercermin dari lonjakan pergerakan arus orang sebanyak 107 juta orang atau hingga 143,18%, dibandingkan tahun lalu yang hanya 44 juta orang. 

Sementara Jasa Marga telah mencatat 1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada periode 18—23 Desember 2023 atau meningkat 127% terhadap lalu lintas normal/reguler, terutama yang menuju ke jalan tol Trans Jawa.

Adapun, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat meski di tengah momen liburan, beberapa harga kebutuhan pangan strategis masih mengalami peningkatan dan berpotensi menekan daya beli masyarakat. 

Utamanya, masyarakat yang berasal dari kelompok menengah. Pasalnya, kelompok bawah cenderung masih punya pegangan dari bantuan sosial yang digulirkan pemerintah di akhir tahun ini terutama bantuan sosial yang berkaitan dengan mitigasi El Nino. 

Sementara kelompok menengah tidak cukup kaya untuk kemudian mempunyai pendapatan yang bisa dikeluarkan pada akhir tahun. Di sisi lainnya, mereka juga tidak cukup miskin untuk terkategorisasi untuk bisa mendapatkan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah. 

Melihat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per November 2023, yang turun 0,7 poin dari Oktober menjadi 123,6. 

“Menurut kami, potensi pertumbuhan konsumsi dengan catatan bahwa kelompok menengah tidak punya stimulan untuk mendorong pola konsumsi mereka, maka bukan tidak mungkin batas bawah pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2023 bisa berada di bawah 4,5% hingga 4,9%,” tuturnya. 

Sementara secara keseluruhan, Yusuf menilai adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2023 akibat kinerja investasi bruto. Dirinya memproyeksikan pada kuartal ini ekonomi RI hanya akan mampu tumbuh paling tinggi di angka 5,0%. 

“Sama seperti konsumsi rumah tangga, batas bawah dari pertumbuhan ekonomi itu bisa berada di bawah 5% akibat faktor pertumbuhan investasi yang lambat dan juga tantangan dari mendorong realisasi belanja pemerintah di kuartal keempat ini,” lanjutnya, 

Untuk itu, diperlukan usaha yang relatif ekstra untuk mendorong realisasi belanja pemerintah di akhir tahun. Sementara waktu belanja pemerintah akan selesai dalam hitungan hari ke depan. 

Per 12 Desember 2023, Kementerian Keuangan perlu mengejar penyaluran belanja senilai Rp540 triliun, setidaknya hingga tutup buku Tahun Anggaran 2023 pada 29 Desember mendatang. 

Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019-2023


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper