The 2nd BILA 2023: Menangkap Peluang Sektor Logistik

Sektor logistik nasional diharapkan lebih cepat menangkap sejumlah peluang yang menjanjikan untuk pertumbuhan dan pengembangan industri.
Foto: The 2nd BILA 2023: Menangkap Peluang Sektor Logistik
Foto: The 2nd BILA 2023: Menangkap Peluang Sektor Logistik

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor logistik nasional diharapkan lebih cepat menangkap sejumlah peluang yang menjanjikan untuk pertumbuhan dan pengembangan industri.

Sejumlah peluang sektor logistik dan rantai pasokan di antaranya berasal dari, pertama, pertumbuhan layanan. Tumbuhnya layanan jasa logistik dapat memacu perkembangan industri manufaktur, transportasi, dan perdagangan di negara ini. Jika hal tersebut terjadi akan mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi nasional secara langsung.

Kedua, konektivitas regional. Lokasi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikannya pusat konektivitas regional. Ketiga, e-commerce dan perdagangan online. Pertumbuhan perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia mendorong permintaan akan layanan logistik dan pengiriman yang efisien.

Keempat, pengembangan infrastruktur. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur logistik dengan membangun pelabuhan, bandara, dan jaringan jalan yang lebih baik. Inisiatif ini akan membuka peluang baru untuk penyedia layanan logistik dan transportasi.

Pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah telah mengalokasikan anggaran infrastruktur dalam APBN 2023 sebesar Rp391,7 triliun, atau naik 4,9% dari anggaran tahun lalu yang sebesar Rp 373,1 triliun.

Jika dihitung dalam periode penuh pemerintahannya (2014—2022), Jokowi sudah menghabiskan anggaran infrastruktur sebanyak Rp2.778,2 triliun. Anggaran penguatan infrastruktur ini juga meliputi pembangunan infrastruktur transportasi, bandara, pelabuhan, dan kereta api, yang sangat diperlukan oleh sektor logistik dan rantai pasokan.

Kelima, teknologi dan inovasi, Pemanfaatan teknologi baru seperti IoT, big data, dan AI di sektor logistik dapat meningkatkan efisiensi dan visibilitas di seluruh rantai pasokan. Perusahaan yang mengadopsi teknologi ini dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif.

Untuk dapat meraih sejumlah peluang, diperlukan kerja sama erat antara pemerintah, perusahaan logistik, dan pemangku kepentingan lainnya. Peran teknologi dan inovasi juga sangat penting dalam mengoptimalkan efisiensi dan mengatasi beberapa kendala di sektor logistik dan rantai pasokan di Indonesia.

BILA 2023

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pada tahun ini, sektor logistik Indonesia tak hanya diliputi suasana yang penuh semangat, tetapi juga dihadapkan pada tantangan yang tidak dapat dianggap remeh baik di lingkup internal maupun eksternal.

Sektor logistik Indonesia, menurutnya, meskipun telah menunjukkan perkembangan pesat, masih harus menghadapi berbagai rintangan yang menuntut inovasi, ketangguhan, dan kolaborasi yang lebih baik. “Tantangan ini mencakup perubahan geopolitik global dan tekanan ekonomi,” ucapnya, Selasa (28/11/2023).

Sebelumnya, Bank Dunia merilis Logistics Performance Index (LPI) 2023 yang turut memotret kinerja sektor logistik dan rantai pasokan di Indonesia. Menurut laporan tersebut, indeks Indonesia tercatat mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan indeks terakhir yang dikeluarkan pada 2018.

Menurut catatan LPI, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari total 139 negara yang dikaji dengan skor LPI 3,0. Catatan tersebut mengalami penurunan 17 peringkat dibandingkan pada 2018 saat Indonesia menduduki urutan ke-46 dengan skor LPI 3,15. Dengan demikian, kinerja logistik Indonesia kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal inilah, yang menurut mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu, menjadi pekerjaan rumah bersama dan harus ada solusi secara tuntas untuk perbaikan.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia telah mencatat kemajuan luar biasa dalam meningkatkan infrastruktur logistik, mengoptimalkan sistem distribusi, dan mengadopsi teknologi terkini. Namun, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa perjalanan ini tidak selalu mulus,” beber Hariyadi.

Berkaca dari kondisi tersebut, lanjutnya, Bisnis Indonesia melihat dua aspek utama yakni efisiensi dan low cost economy bakal menjadi perkara utama dalam pembentukan logistic performance index yang lebih baik.

Demi mendukung cita-cita besar sektor logistik ini, Bisnis Indonesia kembali menghadirkan The 2nd Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) 2023 dalam rangka mengapresiasi para perusahaan logistik yang sudah menerapkan efisiensi secara mumpuni dan menghasilkan low cost economy bagi perekonomian Indonesia.

Apalagi, semangat efisiensi dan low cost economy di dalam The 2nd BILA 2023 senapas dengan kebijakan pemerintah yang akan giat mengatur strategi melalui National Logistic Ecosystem (NLE).

Lewat NLE ini, pemerintah akan menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan, sarana pengangkut, hingga barang tiba di gudang termasuk perizinan dan penyelesaian dokumen pengiriman. Semua harus dilakukan secara efektif, efisien, cepat, mudah, dan murah.

Pada ajang tahunan kali ini, Bisnis Indonesia memberikan pesan kunci kepada para pelaku logistik di Tanah Air bahwa penghargaan terhadap para perusahaan yang telah menerapkan efisiensi, low cost economy, dan peningkatan kontribusi bagi perekonomian nasional, diharapkan dapat menjadi teladan atas pengelolaan perusahaan yang sehat dan efisien.

Selain itu, para penerima penghargaan The 2nd BILA 2023 diharapkan dapat menjadi perusahaan yang mendukung upaya pengurangan biaya logistik dan peningkatan LPI Indonesia.

Ajang penghargaan ini, sedianya juga akan disertai dengan agenda seminar yang dapat menjadi forum para pemain logistik untuk saling bertemu dan bertukar pikiran. Agenda seminar tersebut mengangkat tema “Membangun Ketahanan Logistik Nasional Terhadap Turbulensi Eksternal.” Dua orang narasumber hadir memaparkan materinya yaitu Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping Wisnu M. Santoso dan Ketua Forum Transportasi Logistik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kyatmaja Lookman. Jalannya diskusi akan dipandu oleh moderator Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin).

Para Pemenang BILA 2023

Pada gelaran BILA 2023 kali ini, terdapat 11 kategori penghargaan yang dimenangkan sejumlah pemain logistik ditambah 2 kategori penghargaan special awards. Kategori tersebut, yakni Trucking Company of the Year, Shipping Company of the Year, Airfreight Forwarder of the Year, Seafreight Forwarder of the Year, Warehouse Provider of the Year, 3PL of the Year, IT-Based Logistic Company of the Year, Non-Container Terminal Operator of the Year, Container Terminal Operator of the Year, CEO pf the Year, dan Supply Chain Innovator of the Year (Company). Adapun, special awards diberikan untuk dua ketegori yakni The Most Outsahnding Shipping Company in Global Expansion, dan The Highest Level of Maritime Compliance and Safety Management Commitment.

Berdasarkan hasil penjurian dari berbagai perusahaan yang telah mendaftar. Berikut ini para pemenang BILA 2023 dari masing-masing kategori:

Trucking Company of the Year PT ADI SARANA ARMADA TBK (ASSA LOGISTICS)

Shipping Company of the Year

PT IMC PELITA LOGISTIK TBK

Airfreight Forwarder of the Year

PT CIPTA KRIDA BAHARI (CKB GROUP)

Seafreight Forwarder of the Year

KAMADJAJA LOGISTICS

Warehouse Provider of the Year

KAMADJAJA LOGISTICS

3PL of the Year

PT CITRA PEMBINA PENGANGKUTAN INDUSTRIES

IT-Based Logistic Company of the Year

PT LION EXPRESS (LION PARCEL)

Non-Container Terminal Operator of the Year

PT SARANA CITRANUSA KABIL PORT

Container Terminal Operator of the Year

PT IPC TERMINAL PETIKEMAS

CEO of the Year

David Pandapotan Sirait - PT TERMINAL TELUK LAMONG

Supply Chain Innovator of the Year (Company)

PT PETROKIMIA GRESIK

The Most Outstanding Shipping Company in Global Expansion

PT PERTAMINA INTERNATIONAL SHIPPING

The Highest Level of Maritime Compliance and Safety Management Commitment

PT PELAYARAN NASIONAL INDONESIA (PERSERO)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper