Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi Semester I/2023 Sentuh 1,24 Persen, BPS: Sesuai Target

BPS mengatakan data inflasi Semester I/2023 sebesar 1,24 Persen sudah sesuai target.
Pedagang merapikan dagangannya di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). Bank Indonesia (BI) melaporkan consensus forecast pada November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yakni di level 5,9% (year-on-year/yoy). Kendati demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 6,7%. JIBI/Bisnis/Abdurachman
Pedagang merapikan dagangannya di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). Bank Indonesia (BI) melaporkan consensus forecast pada November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yakni di level 5,9% (year-on-year/yoy). Kendati demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 6,7%. JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tengah tahun Indonesia atau selama semester I/2023 sebesar 1,24 persen (year-to-date/ytd), di bawah target makro yang mana berada pada rentang 2-4 persen. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan tren inflasi tengah tahun selama 2019-2023 cenderung selalu dibawah target. 

“Kecuali pada 2022 yang mana saat itu inflasi telah mencapai 3,19 persen ytd,” ujarnya dalam Rilis BPS, Senin (3/7/2023). 

Sebagai informasi, secara matematis inflasi tengah tahun merupakan persentase perubahan indeks harga konsumen atau IHK pada Juni tahun berjalan terhadap IHK Desember tahun sebelumnya. 

Lebih lanjut, Pudji menjelaskan berdasarkan sebaran inflasi tengah tahun menurut wilayah, Jambi menjadi wilayah yang mencatatkan inflasi sama dengan angka nasional, yaitu 1,24 persen 

BPS mencatat sebanyak 62 kota mengalami inflasi tengah tahun lebih tinggi dari angka nasional. Sementara itu, kota Merauke mengalami inflasi tengah tahun tertinggi, yakni 4,65 persen. 

Sebanyak 26 kota lainnya juga mengalami inflasi tengah tahun, namun lebih rendah dari capaian nasional. 

Selain itu, Kota Bandung mencatatkan deflasi pada semester I/2023, yakni sebesar 0,3 persen. Hal ini didorong karena penyesuaian kembali tarif PDAM.

Secara keseluruhan, komoditas beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, bawang putih, dan emas perhiasan menjadi pendorong inflasi tengah tahun. 

“Sepanjang 2018-2023 tingkat inflasi pertengahan tahun kelompok bergejolak relatif lebih tinggi selama 5 tahun terakhir terlihat disumbang oleh komoditas pangan bergejolak,” tambah Pudji. 

Adapun, inflasi tengah tahun atau pada semester I/2023 untuk bahan makanan sebesar 3,17 persen. Inflasi tersebut teredan oleh deflasi dari kelompok energi sebesar 0,94 persen akibat penurunan harga bensin dan solar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper