Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sejumlah Ekonom Sepakat Surplus Neraca Dagang Oktober Susut Dibandingkan Bulan Sebelumnya

Neraca dagang Oktober 2022 diperkirakan susut dibandingkan bulan sebelumnya seiring dengan merosotnya harga komoditas.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 15 November 2022  |  08:34 WIB
Sejumlah Ekonom Sepakat Surplus Neraca Dagang Oktober Susut Dibandingkan Bulan Sebelumnya
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). - Bloomberg/Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG — Sejumlah ekonom memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih akan mengalami surplus pada kisaran US$4,5 miliar—US$4,7 miliar pada Oktober 2022.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyampaikan, neraca dagang pada Oktober 2022 diramal surplus sekitar US$4,54 miliar, susut  dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$4,99 miliar.

Adapun kinerja ekspor pada Oktober 2022 diramal tumbuh 11,74 persen (year-on-year/yoy), sementara kinerja impor diprediksi tumbuh 23,62 persen yoy.

Josua menyebut, kinerja ekspor pada Oktober diprediksi tetap solid meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

“Ini dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas ekspor seperti CPO -0,5 persen [month-to-month/mtm], batubara -11,1 persen mtm, karet alam -2,9 persen mtm, nikel -3,2 persen mtm, dan iron ore -6 persen mtm,” kata Josua kepada Bisnis, Selasa (14/11/2022). 

Selain itu, lanjut dia, terdapat potensi penurunan volume ekspor. Ini terindikasi dari penurunan aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa dan AS. 

Dari sisi impor pada Oktober diprediksi meningkat dari bulan sebelumnya dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak mentah 3 persen mtm.

“Meskipun aktivitas manufaktur domestik cenderung melandai namun tetap dalam level yang ekspansif,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan neraca dagang Indonesia akan turun ke kisaran US$4,5 miliar–US$4,7 miliar. 

“[Penurunan tersebut] akibat penurunan ekspor dari normalisasi harga komoditas dan peningkatan nilai impor akibat depresiasi nilai tukar,” pungkasnya.

Terpisah, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia menyusut menjadi US$4,42 miliar lantaran aktivitas perdagangan global yang melemah dan meningkatnya risiko resesi global. “Kami memperkirakan neraca perdagangan Indonesia turun menjadi US$4,42 miliar pada  Oktober 2022 dari US$4,99 miliar pada September 2022,” kata Faisal dalam keterangan resmi, dikutip Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut dia menyampaikan, ekspor diperkirakan tumbuh lebih lambat, sedangkan impor cenderung meningkat. Ekspor diprediksi tumbuh 13,85 persen yoy atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 20,28 persen yoy.

Faisal menuturkan, penurunan harga minyak sawit, meredanya kenaikan harga batu bara, turunnya harga minyak sawit, meredanya kenaikan harga batu bara, turunnya Baltic Dry Index yang menunjukkan lemahnya volume perdagangan global, dan melambatnya PMI manufaktur di mitra dagang utama merupakan salah satu penyebab menurunnya ekspor pada Oktober 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan BPS surplus perdagangan ekonomi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top