Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Targetkan Biomassa Berbasis Kayu untuk Transisi Energi

Kebutuhan energi biomassa berbasis kayu ditargetkan sekitar 60 juta ton per tahun. Namun, saat ini masih di bawah kapasitas.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 09 November 2022  |  17:56 WIB
Pemerintah Targetkan Biomassa Berbasis Kayu untuk Transisi Energi
Listrik biomassa - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berupaya untuk mempercepat transisi dari batu bara ke energi terbarukan dengan proposisi unik dari tenaga terdistribusi biomassa sebagai co-firing agent.

Ke depan, pembangkit listrik tenaga biomassa dapat memainkan peran penting dalam mencapai target energi terbarukan, termasuk energi biomassa berbasis kayu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian LHK Agus Justianto menjelaskan kebutuhan energi biomassa berbasis kayu ditargetkan sekitar 60 juta ton per tahun. Namun, saat ini masih di bawah kapasitas.

"KLHK mendukung program pemanfaatan biomassa dengan mempromosikan hutan tanaman untuk pengembangan energi dan mengoptimalkan limbah kayu dari hutan dan industri kayu," jelas Agus dalam talkshow 'Opsi Co-firing pada Pengurangan Emisi dan Pembangkit Listrik' di Paviliun Indonesia COP27 UNFCCC, di Sharm El  Sheik, Mesir, dikutip Rabu (9/11/2022).

Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Perusahaan Listrik Negara dan Pemerintah Daerah, serta Badan Usaha Milik Negara sedang menyusun peraturan tentang pengembangan kebijakan biomassa untuk energi. Hal ini mencakup sistem insentif dan disinsentif untuk pengembangan biomassa untuk energi.

"Kami berharap regulasi tentang biomassa untuk mendukung upaya co-firing dapat segera diberikan," lanjutnya.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Indika Nature, PLN dan ITMG juga turut mendorong pemanfaatan biomassa berbasis kayu dalam transisi energi. Dukungan Kemenko Marves ditegaskan oleh Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani memaparkan The Needs to Restore Degraded Lands in Indonesia While Creating Economic Opportunity, luas hutan produksi 1.3 juta hektar dan sedikitnya 32 unit bisnis kehutanan merupakan potensi pemanfaatan hutan lestari yang dapat menghasilkan biomassa berbasis kayu.

Bahkan dengan skema multi usaha kehutanan, pemanfaatan hutan industri dapat lebih dioptimalkan. Tidak hanya dari pengelolaan hutan produksi, lahan-lahan tidak produktif seperti lahan bekas pertambangan juga dapat diberdayakan sebagai lahan untuk pengembangan industri biomassa berbasis kayu.

Sehingga pemulihan lahan ini dapat dipercepat dengan budidaya tanaman energi seperti kaliandra, agar lahan terdegradasi tetap bisa memiliki nilai ekonomi melalui biomass berbasis kayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biomassa energi terbarukan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top