Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Warren Buffett Boncos di Bisnis Asuransi Sampai Rp40 Triliun

Warren Buffett melaporkan kerugian US$962 juta pada penjaminan asuransi pada kuartal III/2022, kerugian kuartalan terburuk dalam setahun. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 November 2022  |  15:56 WIB
Warren Buffett Boncos di Bisnis Asuransi Sampai Rp40 Triliun
Orang Terkaya Dunia Warren Buffet - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Investor veteran Warren Buffett harus menelan kepahitan akibat kerugian Berkshire Hathaway Inc. di bisnis asuransi seiring dengan inflasi di Amerika Serikat. 

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (5/11/2022), konglomerasi tersebut melaporkan kerugian US$962 juta pada penjaminan asuransi pada kuartal III/2022, kerugian kuartalan terburuk dalam setahun. 

Perusahaan asuransi mobil Geico mendapat pukulan terbesar di antara bisnis asuransinya, dengan kerugian sebelum pajak sebesar US$$759 juta. Unit tersebut belum menghasilkan laba kuartalan sejak kuartal kedua tahun lalu.

Perusahaan asuransi kendaraan itu telah berjuang untuk mengimbangi kenaikan harga mobil bekas, meningkatnya jumlah klaim dan tingkat keparahan kecelakaan. Biaya untuk klaim medis dan litigasi terkait kecelakaan juga membengkak. 

Industri asuransi yang lebih luas juga harus bergulat dengan dampak Badai Ian, yang menghantam Florida barat daya pada akhir September yang menyebabkan kerugian miliaran dolar.

"Geico benar-benar dalam titik tekanan  yang harus menjadi perhatian Berkshire. Sepertinya Geico juga kehilangan pangsa pasar," kata Cathy Seifert, analis CFRA Research seperti dikutip Bloomberg. 

Namun, unit operasi Berkshire lainnya, yang mencakup operator rel kereta api, Burlington Northern Santa Fe (BNSF) dan bisnis energi masih mencetak profit, meskipun pendapatan untuk kereta api menurun dari tahun lalu karena kenaikan inflasi berdampak pada perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska.

"Pada saat permintaan pelanggan untuk produk dan jasa relatif bagus pada 2022, permintaan mulai melemah pada kuartal III di beberapa bisnis kami. Kami terus mengalami efek negatif dari kenaikan biaya bahan baku, transportasi, tenaga kerja, dan lainnya," ujar perusahaan dalam dokumen pengajuan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

warren buffett
Editor : Nindya Aldila
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top