Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Merger, Bos Pelindo Prioritaskan Optimalisasi Aset Ketimbang Investasi

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Arif Suhartono menyebut investasi akan meningkatkan kapasitas pelabuhan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 26 September 2022  |  21:43 WIB
Setahun Merger, Bos Pelindo Prioritaskan Optimalisasi Aset Ketimbang Investasi
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono (dari kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika (JAG) Lulu Terianto berbincang di sela-sela pelepasan tim Jelajah Pelabuhan 2022 di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (6/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Arif Suhartono mengungkap sejumlah strategi pascamerger BUMN pelabuhan itu pada Oktober 2021.

Pada wawancaranya dengan Bisnis Indonesia, Senin (26/9/2022), Arif mengatakan akan lebih memprioritaskan optimalisasi aset yang sudah dimiliki perseroan ketimbang melakukan investasi.

Menurutnya, investasi merupakan cara terakhir untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. Transformasi kepelabuhan menjadi agenda utama yang didorong setelah bergabungnya Pelindo I-IV.

"Kapasitas itu akan naik dengan sendirinya. Transformasi dulu baru investasi. Jangan buru-buru investasi," kata Arif di Museum Maritim Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (26/9/2022).

Dengan adanya merger, optimalisasi aset perusahaan juga bisa dilakukan dengan merelokasi aset ke pelabuhan yang lebih membutuhkan.

Arif juga mengungkap bahwa perseroan lebih fokus untuk mendorong upaya pengematan cost pascamerger. Hal itu dilakukan dengan transformasi layanan kepelabuhanan agar waktu port stay makin pendek.

"Misalnya kapal bersandar tiga hari, dua harinya itu deadweight loss. Ini yang akan kita buang agar cost bisa turun yang pada akhirnya membuat freight lebih bagus," ujarnya.

Pada sisi keuangan, Arif juga menilai terdapat adanya keuntungan pascamerger. Menurutnya, kreditur justru merasa lebih secure ketika bergabungnya empat BUMN pelabuhan itu menjadi satu.

"Kalau saya sebagai kreditur ya lebih senang karena lebih secure. Apa yang terjadi? Kita lunasi semua, kita sudah lunasi [utang] sekitar Rp5 triliun. Pelindo 1 kita lunasi, Pelindo 4 kita lunasi, semuanya secara bertahap," cerita Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo merger BUMN
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top