Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Reservoir Blok Andaman II, SKK Migas Diminta Antisipasi Ini 

Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) menyarankan pemerintah untuk mulai menyiapkan sejumlah insentif bagi Premier Oil.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 31 Agustus 2022  |  19:36 WIB
Soal Reservoir Blok Andaman II, SKK Migas Diminta Antisipasi Ini 
Platform offshore migas. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menyarankan pemerintah untuk mulai menyiapkan sejumlah paket insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil, bagian dari Harbour Energy Company.

Hal ini menyusul laporan ihwal karakteristik reservoir pada sumur eksplorasi Timpan-1 yang jauh dari harapan pengelola blok Andaman II tersebut. 

Menurut Moshe, laporan terkait dengan kualitas reservoir yang berada di bawah ekspektasi Harbour Energy itu berpotensi untuk menambah keekonomian proyek blok migas yang digadang-gadang memiliki potensi sumber daya atau potential resources gas mencapai 6 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF).

“Kalau bebatuan terlalu rapat berarti produksi makin sulit, sulit itu sama dengan biaya yang akan lebih mahal harus ada teknologi fracturing kalau permeability-nya terlalu kecil,” kata Moshe saat dihubungi, Rabu (31/8/2022). 

Kekhawatiran soal reservoir itu, kata Moshe, belakangan bakal mengoreksi kembali biaya yang perlu dialokasikan KKKS untuk melakukan kegiatan produksi pada blok tersebut. Kendati, sejumlah blok yang terletak di lepas pantai Aceh itu belakangan kembali mendorong kepercayaan investor pada potensi cadangan migas di Indonesia. 

Berdasarkan pengujian awal, sumur Timpan-1 pada kedalaman air 4.245 kaki itu berhasil mengalirkan gas sebesar 27 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 1.884 barel kondensat per hari (BOPD).

Premier Oil Andaman Ltd. belakangan akan melakukan studi evaluasi post drill untuk menentukan langkah eksplorasi selanjutnya dalam usaha mengkomersialisasikan penemuan itu di lepas pantai cekungan Sumatera Utara. 

“Semua pasti arahnya pada aspek keekonomian, barangnya ada di dalam tetapi untuk ngambil barangnya itu terlalu mahal,” kata dia. 

Dengan demikian, dia berharap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dapat segera menyiapkan sejumlah insentif untuk tetap mendorong kegiatan produksi pada blok itu berlanjut ke depan. 

“Kasih fleksibilitas, kasih keringanan dari pada dia mundur karena tidak sanggup keekonomiannya terlalu kecil,” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Harbour Energy mengkhawatirkan karakteristik dari reservoir sumur eksplorasi Timpan-1 yang meleset dari perkiraan awal perusahaan. Kendati blok itu memiliki potensi cadangan sumber daya gas yang relatif besar.

“Pada sisi yang lebih mengkhawatirkan, permeabilitas berada di bawah dari ekspektasi yang berarti kualitas dari reservoir pada lokasi itu tidak begitu baik seperti yang diharapkan,” kata CEO dan Direktur Harbour Energy Linda Zarda Cook pada keterangan finansial perusahaan pekan lalu. 

Linda mengatakan perusahaan bakal melakukan kegiatan seismik 3D pada bagian timur Blok Andaman II yang akan berlanjut pada upaya pengeboran dua hingga tiga sumur eksplorasi tahun depan. 

“Dengan dukungan mitra, kami telah sepakat untuk melakukan seismik 3 D pada bagian timur Andaman II dan berupaya melanjutkan pengeboran dua hingga tiga sumur eksplorasi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas blok migas Andaman
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top