Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapal Razoni Ukraina Berangkat Hari Ini, Bawa 26.000 Ton Jagung ke Lebanon

Ukraina melakukan pengiriman biji-bijian pertamanya sejak invasi Rusia, menandai langkah guna mengatasi krisis pasokan global.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  17:29 WIB
Kapal Razoni Ukraina Berangkat Hari Ini, Bawa 26.000 Ton Jagung ke Lebanon
Kapal kargo berbendera Sierra Leone, Razoni membawa gandum dan biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Odesa, kata Kementerian Pertahanan Turki, Senin (1/8/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Razoni, sebuah kapal kargo Ukraina yang memuat 26.527 ton jagung, berangkat ke Lebanon pada Senin pagi (1/8/2022).

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (1/8/2022), Ukraina melakukan pengiriman biji-bijian pertamanya sejak invasi Rusia, menandai langkah pertama yang kecil tetapi penting untuk membuka jutaan ton biji-bijian dan meningkatkan pasokan makanan global.

Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov mengonfirmasi keberangkatan dan mengungkapkan ada 16 kapal lain di wilayah Odesa yang lebih besar menunggu giliran untuk berlayar.

"Cegah kelaparan dunia bersama @UN, @EU_Commission, #G7. Kapal pertama meninggalkan pelabuhan Odesa sejak 24.02.2022," tulis Kubrakov melalui akun Twitternya, dilansir pada Senin (1/8/2022).

Diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dengan Turki membantu menengahi kesepakatan untuk Ukraina memulai kembali ekspor.

Ukraina merupakan salah satu pemasok gandum, jagung, dan minyak nabati terbesar sehingga ketika kegiatan ekspor melalui pelabuhan Laut Hitamnya dihentikan, maka perdagangan pangan global terguncang dan meningkatkan ancaman krisis pangan global.

Sementara, kapal Razoni adalah pencapaian tonggak sejarah berdasarkan perjanjian 22 Juli untuk menciptakan koridor pengiriman yang aman melalui tiga pelabuhan Ukraina, meskipun tidak jelas seberapa cepat ekspor dapat meningkat.

Puluhan kapal terjebak di pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di sepanjang Laut Hitam dan diperkirakan akan mulai bergerak dengan “karavan” jika semuanya berjalan lancar. Namun, pemilik kapal harus mengamankan asuransi untuk kargo dan kapal, serta juga menemukan kru yang cukup untuk berlayar.

"Memastikan bahwa biji-bijian dan bahan makanan yang ada dapat pindah ke pasar global adalah keharusan kemanusiaan," kata juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Program Pangan Dunia (WFP) juga berencana untuk membeli, memuat, dan mengirimkan 30.000 ton gandum awal dari Ukraina dengan kapal sewaan PBB, dengan rincian lebih lanjut segera diumumkan.

"Ukraina mengharapkan untuk mencapai kapasitas throughput penuh untuk mengangkut barang-barang pertanian dalam beberapa minggu," ungkap Kubrakov.

Menurut Kementerian Pertahanan Turki, Razoni diperkirakan akan tiba di Istanbul pada esok hari Selasa (2/8/2022). Perjanjian tersebut disediakan untuk pemantauan oleh pusat koordinasi bersama di Istanbul, dengan perwakilan dari semua pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ukraina Perang Rusia Ukraina Rusia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top