Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Utama Inflasi versi Ekonom Senior Core

Pergerakan inflasi lebih ditentukan oleh faktor penawaran (supply) barang dan kebijakan harga oleh pemerintah.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  19:47 WIB
Ini Penyebab Utama Inflasi versi Ekonom Senior Core
Pedagang aneka bahan bumbu masakan tertidur saat menunggu calon pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics atau Core Indonesia menilai bahwa kebijakan suku bunga bukan merupakan faktor pendorong inflasi, tetapi tetap berpengaruh. Laju inflasi tahun ini diperkirakan bisa berada di 4,5—5,5 persen.

Ekonom senior dan Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam menilai bahwa inflasi di negara ini tidak banyak terpengaruh oleh kebijakan suku bunga. Oleh karena itu, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) di 3,50 persen tidak akan berpengaruh signifikan terhadap inflasi.

Menurutnya, pergerakan inflasi lebih ditentukan oleh faktor penawaran (supply) barang dan kebijakan harga oleh pemerintah. Hal itu sejalan dengan analisis Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa terdapat cost push inflation sejak harga energi dan komoditas melambung tinggi.

"Sejauh ini kebijakan pemerintah mengatur impor serta mempertahankan subsidi BBM, gas, dan listrik cukup mampu menjaga inflasi relatif stabil di kisaran 4 persen. Walaupun terjadi kenaikan, inflasi masih terkendali," ujar Piter kepada Bisnis, Kamis (21/7/2022).

Meskipun begitu, dia menilai bahwa inflasi masih akan tetap menanjak, bahkan mungkin melebihi perkiraan pemerintah dengan batas tertinggi 4 persen. Pemerintah perlu menjaga sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar laju inflasi tidak semakin membengkak.

"Selama pemerintah masih mempertahankan kebijakannya, saya perkirakan inflasi akan berada di kisaran 4,5 persen sampai 5,5 persen," katanya.

Menurut Piter, kebijakan BI dalam menjaga suku bunga bertujuan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, yakni agar aktivitas perekonomian dapat berjalan dengan suku bunga rendah. Namun, kebijakan itu pun memiliki sisi gelap, yakni risiko arus modal keluar karena selisih dengan suku bunga luar negeri yang terus meninggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Bank Indonesia Suku Bunga kebijakan moneter
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top