Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Diminta Siap-Siap Lakukan Transformasi 'Ekonomi Batu Bara'

Transformasi ekonomi penting dilakukan mengingat permintaan terhadap batu bara sebagai sumber energi jangka panjang diprediksi akan menurun signifikan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  14:46 WIB
Pemerintah Diminta Siap-Siap Lakukan Transformasi 'Ekonomi Batu Bara'
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - pemerintah diharapkan mempersiapkan transformasi ekonomi dan pekerjaan bagi daerah yang menyandarkan pendapatannya bersumber dari sektor batu bara.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan transformasi ekonomi penting dilakukan mengingat permintaan terhadap batu bara sebagai sumber energi jangka panjang diprediksi akan menurun signifikan.

"Penurunan produksi ini harus diantisipasi karena akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan juga berdampak pada pendapatan baik nasional maupun daerah penghasil batu bara," kata Fabby, Senin (11/7/2022).

IESR mengkaji bila komitmen penurunan emisi pemerintah Indonesia sejalan dengan Perjanjian Paris untuk bebas emisi pada tahun 2050, maka pada 2045 batu bara tidak digunakan dalam sistem energi di Indonesia.

Fabby menjelaskan pemutakhiran target emisi yang lebih tinggi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) negara pengguna batu bara, seperti China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Eropa, Afrika Selatan, dan negara lainnya, akan berdampak terhadap penurunan, bahkan penghentian pembiayaan pada proyek-proyek energi fosil.

Mengacu pada Perjanjian Paris, jika negara di dunia mengadopsi penghapusan batu bara yang lebih agresif maka pada 2030 produksi batu bara akan turun 20 persen, kemudian menjadi 60 persen pada 2040 dan 90 persen pada 2050.

Menurutnya, penurunan produksi batu bara menjadi ancaman cukup serius mengingat daerah-daerah penghasil batu bara tidak punya banyak pilihan untuk alternatif ekonomi, sedangkan melakukan transformasi ekonomi pasca-penambangan batu bara memiliki waktu yang cukup panjang.

"Kegagalan melakukan transformasi ekonomi tidak hanya menyebabkan peningkatan angka pengangguran, tetapi juga akan menyebabkan daya saing ekonomi yang menurun,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara emisi karbon

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top