Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Level PPKM Diubah-ubah dalam Sehari, Ekonomi: Tidak Apa Asal Level Turun

Ekonom melihat sepanjang level yang diterapkan tidak membatasi kegiatan masyarakat, maka ekonomi dapat terus berjalan.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  17:31 WIB
Level PPKM Diubah-ubah dalam Sehari, Ekonomi: Tidak Apa Asal Level Turun
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom menilai perubahan level PPKM atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah aglomerasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dalam waktu singkat tidak masalah asalkan pembatasan semakin longgar.

Pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri atau Inmendagri No. 33/2022 sebelumnya menetapkan status PPKM Jabodetabek per 5 Juli 2022 naik menjadi level 2. Kemudian, pada keesokan harinya, berdasarkan kajian terhadap kondisi Covid-19 di wilayah tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan status menjadi level 1 melalui Inmendagri No. 35/2022. 

Langkah tersebut pemerintah lakukan untuk tetap menjaga aspek kesehatan dengan memperhatikan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan kembalinya status PPKM menjadi level 1 menjadi hal positif. 

“Justru ketika dia dikembalikan ke level satu justru lebih positif dampaknya kepada ekonomi, karena sebetulnya yang menyebabkan ekonomi mengalami perlambatan atau bahkan kontraksi, ya ketika covid ini meningkat,” ujar Faisal, Kamis (7/7/2022). 

Selama ini, kontraksi kondisi ekonomi tentu akibat pembatasan kegiatan masyarakat sehingga  pertumbuhan ekonomi ikut tertekan.

Meski tetap ada risiko dalam kembalinya pelonggaran di tengah kenaikan kasus Covid-19 ini, Faisal yakin tidak akan memberikan dampak yang besar baik bagi kesehatan maupun ekonomi.

“Pada saat itu vaksinasi belum luas, sekarang sudah pada booster. Jadi kalau dari ukuran vaksinasi, tingkat risiko lebih rendah,” lanjutnya.

Sementara itu, pelaku usaha yang kerap terdampak akibat PPKM mengaku labilnya penetapan status tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kondisi usaha.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menyampaikan, bahkan pihaknya belum sempat mengimplementasikan amanat Inmendagri No. 33/2022 tersebut.

“Aman, tidak ada perubahan signifikan,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PPKM Darurat PPKM ppkm mikro Covid-19 Vaksin Covid-19 pasien sembuh COVID-19 Satgas Covid-19
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top