Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di China Kembali Naik, Bakal Lockdown Massal Lagi?

Kasus Covid-19 di sejumlah wilayah China kembali naik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pemerintah akan melakukan pembatasan besar-besaran seiring dengan kebijakan Zero Covid.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  10:01 WIB
Kasus Covid-19 di China Kembali Naik, Bakal Lockdown Massal Lagi?
Stasiun kereta api bawah tanah (subway) Tuanjiehu, Beijing, China, Minggu (1/5/2022), lengang saat diberlakukan penguncian wilayah (lockdown) secara parsial menyusul munculnya 259 kasus positif baru Covid-19 sejak 22 April 2022. 'Lockdown' diberlakukan bersamaan dengan musim liburan Hari Buruh pada 1-4 Mei 2022. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - China kembali mencatat lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Hal ini memberikan tekanan pada pihak berwenang untuk menjinakkan wabah tersebut sebelum menyebar ke beberapa daerah utama secara ekonomi.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (6/7/2022), Provinsi timur Anhui mencatat 231 kasus Covid-19 pada Senin (4/7/2022). Sejak akhir Juni, kasus baru di wilayah ini telah mencapai 1.000 infeksi. Oleh karena itu, pemerintah setempat melakukan lockdown di wilayah Si dan tetangganya akhir pekan lalu.

Hal ini dilakukan untuk melakukan pengujian massal dan mencoba menghentikan penyebaran virus. Mereka juga berjanji untuk menekan penyebaran cluster dalam tiga hari ke depan.

Namun, virus sudah menyebar melalui wilayah Delta Yangtze yang menyumbang seperempat dari ekonomi China. Wilayah merupakan rumah bagi pusat utama obat-obatan hingga chip semikonduktor serta e-commerce.

Kemudian, Provinsi Jiangsu, kontributor terbesar kedua untuk output ekonomi China dan pusat manufaktur yang signifikan secara global untuk sektor surya, melaporkan 66 kasus infeksi lokal pada Senin (4/7/2022), termasuk 34 kasus baru di pusat biotekeknologi kota Wuxi, yang telah menutup layanan makan di restoran dan tempat hiburan.

Sementara itu, Shanghai, yang bertetangga dengan Jiangsu, melaporkan delapan kasus transmisi lokal pada  Senin (4/7/2022), dengan satu kasus transmisi ditemukan di luar karantina pemerintah.

Cluster penyebaran berkembang dengan cepat setelah wabah sebelumnya di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing dapat dikendalikan. Hal ini Ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang pemerintah akan menerapkan lockdown untuk menjinakkan gejolak tersebut.

Presiden China Xi Jinping pekan lalu menegaskan kembali negaranya akan tetap berpegang pada kebijakan Zero Covid untuk menekan penyebaran pandemi.

“China lebih suka menanggung beberapa dampak sementara pada pembangunan ekonomi daripada membiarkan virus itu merusak keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ungkap Xi Jinping seperti dilansir Bloomberg, Rabu (6/7/2022).

Padahal, asktivitas manufaktur China baru saja mulai pulih ketika negara itu mencabut pembatasan Covid-19. Meskipun pihak berwenang belum menerapkan lockdown pusat regional terbesar untuk mengurangi wabah saat ini, setiap eskalasi pembatasan mengancam prospek pertumbuhan secara global.

Kota Xi'an, ibu kota provinsi barat laut provinsi Shaanxi, akan menerapkan pengendalian Covid di seluruh kota selama sepekan mulai Rabu (6/7/2022). Tempat hiburan termasuk bar, bioskop, dan gym akan ditutup selama tujuh hari, sedangkan layanan makan di tempat di seluruh restoran akan dihentikan.

Universitas di kota juga akan ditutup, sedangkan sekolahan memulai liburan musim panas mereka lebih awal.

Pembatasan itu dilakukan setelah pusat pengendalian penyakit provinsi mendeteksi sub-varian omicron BA.5 dalam wabah baru-baru ini. Sub-varian BA.5 lebih menular daripada varian BA.2 yang ditemukan pada wabah sebelumnya.

Secara nasional, China melaporkan 335 kasus baru, dengan Beijing mendeteksi tiga kasus dan Fujian melaporkan tujuh kasus Covid-19. Di tempat lain, Makau mencatat 89 infeksi baru yang menjadikan jumlah total kasus dalam wabah saat ini menjadi 941.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top