Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Ungkap 15 Negara Asal Deklarasi dan Repatriasi Harta Bersih PPS, Mayoritas di Singapura

Aset terbanyak tersimpan di Singapura dengan total nilai harta mencapai Rp56.960,11 miliar.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 02 Juli 2022  |  01:33 WIB
Menkeu Ungkap 15 Negara Asal Deklarasi dan Repatriasi Harta Bersih PPS, Mayoritas di Singapura
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati / Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, terdapat 15 negara asal deklarasi dan repatriasi harta bersih yang mengikuti program pengungkapan sukarela (PPS).

Aset terbanyak tersimpan di Singapura dengan total nilai harta mencapai Rp56.960,11 miliar. Adapun jumlah peserta yang mendeklarasikan hartanya sebanyak 7.997 wajib pajak dengan total penerimaan PPS sebesar Rp7.295,14 triliun.

"Tetap yang pertama di Singapura, mayoritas bahkan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di Kantor Pusat DJP, Jumat (1/7/2022).

Negara selanjutnya adalah di tax haven, Virginia, Britania Raya, dengan 50 wajib pajak. Total  nilai harta yang diungkapkan sebesar Rp4.977,39 triliun, dan kita mendapatkan Rp601,90 miliar.

Ketiga dari Hong Kong, dimana terdapat 432 wajib pajak dengan jumlah harta yang dideklarasikan senilai Rp3,580,77 triliun. Dari Rp3,580,77 triliun, pemerintah memperoleh Rp440,71 miliar.

Kemudian sebanyak 1.154 wajib pajak di Australia dengan harta yang diungkap sebesar Rp2.766,32 triliun dan nilai PPh total Rp372,14 miliar.

Posisi kelima yaitu Tiongkok dimana terdapat sebanyak 332 wajib pajak. Adapun total nilai harta yang diungkap sebesar Rp1.512,37 dengan total penerimaan Rp180,63 miliar.

Berikut daftar lengkap 15 Negara Asal Deklarasi dan Repatriasi Harta Bersih PPS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu sri mulyani
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top