Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Sawit Keluhkan Harga TBS Rendah, Ini Respons Zulkifli Hasan

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan tanggapan soal harga tandan buah segar (TBS) yang disebut para petani sawit masih rendah.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  13:35 WIB
Petani Sawit Keluhkan Harga TBS Rendah, Ini Respons Zulkifli Hasan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berjalan seusai mengikuti serah terima jabatan menteri perdagangan di Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (15/6/2022). ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan tak percaya saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit masih murah. Sebab, saat ini ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sudah kembali dibuka.

“Jangan katanya, harus ada data. Sekarang DMO-nya sudah terpenuhi, ekspornya dipercepat. Kalau sudah terjadi sebetulnya tidak ada lagi TBS turun. Harganya mahal kok. Masak TBS-nya murah, kalau semua tertib normal kok,” kata Zulkifli saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/6/2022).

Zulkifli mengklaim, sesuai mekanisme pasar, harga TBS kembali normal. “Kemarin setop tidak ada yang beli harganya murah, saya kira ada hukum pasarlah,” ujar Ketua Umum PAN itu.

Sementara itu, data dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyebut jika per 14 Juni 2022 harga tandan buah segar (TBS) sawit masih rata-rata Rp1.700 - Rp2.200 per kilogram (kg) di 22 provinsi. Padahal, harga CPO sudah di angka Rp24.800 per kg.

Menurut Ketua Apkasindo Gulat Manurung dengan harga CPO sebesar itu, harga TBS seharusnya Rp4.500 - 4.800 per kg. Dia mengatakan, harga TBS petani di Malaysia sudah di level Rp5.500 per kg.

Selain itu, dia menjelaskan penyebab harga TBS masih rendah meski keran impor dibuka lantara beban domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Di samping itu, ada juga pungutan ekspor (PE) US$200 dan bea keluar (BK) US$288 per ton.

“Beban ini tentunya akan ditimpakan kepada petani sawit. Kami usul supaya DMO dan DPO dihilangkan saja, diganti dengan subsidi migor dari dana BPDPKS [Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit],” tutur Gulat.

Gulat mengatakan jika hingga akhir bulan Juni TBS petani tak juga membaik, anggota Apkasindo se-Indonesia akan demonstrasi di depan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pertanian.

“Kalau gak naik harga TBS kami sampai akhir bulan ini, apa boleh buat, kami petani sawit dari Aceh - Papua akan membanjiri kantor Kemendag, Kemeko Ekonomi dan Kementan,” kata Gulat kepada Bisnis, Kamis (16/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo sawit tbs minyak goreng zulkifli hasan petani sawit
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top