Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Samsung Siap Investasi Rp5.256 Triliun, dari Chip hingga Biotech Selama 5 Tahun

Samsung Group berjanji untuk menciptakan 80.000 pekerjaan hingga tahun 2026, sebagian besar di semikonduktor dan biofarmasi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  14:06 WIB
Samsung Siap Investasi Rp5.256 Triliun, dari Chip hingga Biotech Selama 5 Tahun
Kantor pusat Samsung Group, Seoul, Korea Selatan - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Group berencana meningkatkan investasi lebih dari 30 persen menjadi 450 triliun won atau sekitar US$360 miliar (Rp5.256 triliun) hingga 2026.

Mengutip Bloomberg, Selasa (24/5/2022), Samsung berencana meningkatkan investasi tersebut untuk menopang seluruh lini bisnisnya, mulai dari produksi chip hingga obat-obatan di tengah guncangan ekonomi dan masalah rantai pasokan atau supply chain.

Perusahaan konglomerat, yang unit bisnisnya termasuk Samsung Electronics Co. hingga Samsung Biologics Co. mendominasi ekonomi Korea ini, berjanji dalam sebuah pernyataan resmi untuk menciptakan 80.000 pekerjaan hingga tahun 2026, sebagian besar di semikonduktor dan biofarmasi.

Samsung, yang dikendalikan oleh keturunan salah satu keluarga tertua dan terkaya di Korea, adalah salah satu dari segelintir chaebol (konglomerat) yang menguraikan rencana investasi saat presiden baru negara itu menjabat.

Presiden Yoon Suk Yeol, yang memulai masa jabatan lima tahunnya pada 10 Mei 2022, telah menjadi pendukung vokal konglomerat dan menjadikan mereka pilar utama dalam rencana pertumbuhan ekonominya.

Grup ini memusatkan perhatian khusus pada Samsung Electronics, korporasi bernilai miliaran dolar yang mencakup pembuatan kapal, teknologi, perawatan kesehatan, dan keuangan.

Produsen smartphone, layar, chip memori, dan peralatan konsumen terbesar di dunia ini meluncurkan rencana tahun lalu untuk menginvestasikan US$151 miliar hingga 2030 untuk mempelajari lebih dalam pembuatan chip canggih.

Sebagian besar investasi akan digunakan untuk divisi semikonduktornya, yang berkembang pesat dalam upaya untuk bersaing dengan Intel Corp. dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. dalam membuat chip untuk nama global seperti Nvidia Corp. dan Qualcomm Inc.

Cetak biru investasi terbaru Samsung Group, yang tumpang tindih dengan janji publik yang dibuat pada 2021, muncul sekitar setahun setelah keturunan keluarga Jay Y. Lee keluar dari penjara. Pemimpin konglomerat, yang menjalani hukuman atas tuduhan korupsi, dibebaskan hanya beberapa bulan menjelang pemilihan presiden awal tahun ini.

Bersama dengan kepala chaebol terkemuka lainnya termasuk grup Hyundai dan SK, Samsung diharapkan memikul sebagian tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan di negara yang menghadapi kenaikan inflasi dan gangguan rantai pasokan akibat pandemi dan perang di Ukraina.

Samsung Electronics dan SK Hynix Inc. telah menjanjikan lebih dari 510 triliun won investasi dalam penelitian dan produksi semikonduktor pada tahun-tahun hingga 2030 di bawah cetak biru nasional yang dirancang oleh pemerintahan presiden sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Samsung Group mengatakan sekitar 360 triliun won akan dibelanjakan di dalam negeri sementara sisanya akan diinvestasikan di luar negeri.

Samsung Electronics sedang membangun pabrik chip AS senilai US$17 miliar di Texas, sebuah kemenangan bagi pemerintahan Biden karena memprioritaskan keamanan rantai pasokan dan kapasitas semikonduktor yang lebih besar di Amerika.

Pekan lalu, Joe Biden mampir ke fasilitas pembuatan chip tercanggih Samsung dalam perjalanan pertamanya ke Asia sebagai presiden AS, memuji upaya bersama dalam menjaga keamanan rantai pasokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat samsung korea selatan

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top