Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Tekanan Ekonomi Global hingga Evaluasi Arus Mudik & Balik

BisnisIndonesia.id menyajikan informasi menarik sepanjang Senin (09/05/2022) di antaranya Kementerian Perhubungan mulai mengevaluasi sejumlah kebijakan yang diterbitkan selama musim mudik Lebaran tahun ini.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  11:18 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Tekanan Ekonomi Global hingga Evaluasi Arus Mudik & Balik
Antrean kendaraan memadati di Jalur Selatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Pada H1 Lebaran arus lalu lintas menuju kawasan wisata Pantai Selatan dan sebaliknya terpantau ramai lancar dan kepadatan kendaraan terjadi akibat bersamaan dengan pemudik lokal serta wisatawan. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat 5,01% yoy pada kuartal I/2022, sejalan dengan kuatnya konsumsi dan investasi. Namun, memasuki kuartal II/2022, sejumlah tantangan membayangi prospek pertumbuhan ekonomi.

Berita itu menjadi salah satu dari lima berita pilihan Bisnisindonesia.id sepanjang Senin (09/05/2022) selain informasi mengenai kalangan bankir menggenjot krdit pemilikan rumah (KPR) dengan menyasar milenial dan  tekanan di pasar surat utang negara (SUN) diprediksi bakal makin besar.

Selanjutnya, ada informasi mengenai penantian panjang jemaah haji dan Kementerian Perhubungan mulai mengevaluasi sejumlah kebijakan yang diterbitkan selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Selain itu, terdapat beragam kabar yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji di meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut ini adalah intisari dari setiap berita pilihan:.

1. Bayang-bayang Tekanan Global, Seberapa Kebal Laju Ekonomi RI?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat 5,01 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2022. Pertumbuhan ini sejalan dengan kuatnya konsumsi dan investasi. Meski begitu,  memasuki kuartal II/2022, sejumlah tantangan masih membayangi prospek pertumbuhan ekonomi.

Salah satu yang menjadi indikasi adalah konflik global Rusia-Ukraina yang terus berlanjut. Kemudian, disusul oleh pembatasan wilayah atau lockdown China yang berpotensi menganggu rantai pasok distribusi barang dan jasa, dan adanya potensi inflasi yang diperkirakan melejit.

Tak hanya itu, faktor lain yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2022 yakni kebijakan penaikan harga BBM pada 1 April 2022 dan kenaikan tarif PPN per 1 April 2022.

2. Siasat Bank Memacu KPR Segmen Milenial

Perbankan makin gencar mengincar generasi milenial sebagai target utama pemasaran produk kredit konsumtif pemilikan rumah atau KPR tahun ini. Kendati daya beli generasi ini belum sekuat generasi yang terdahulu, potensi pasar terbesar justru ada di kelompok usia mereka.

Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan pendudukan Indonesia didominasi oleh generasi Z atau Gen Z (27,94%) dan milenial (25,87%). Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2019, sebanyak 31% milenial diperkirakan belum memiliki rumah.

Kemudian, data Kemenag 2021 menunjukkan 1,8 juta angka pernikahan baru setiap tahun. Adapun, data Perumnas menunjukkan kemampuan harga hunian milenial berada di kisaran Rp200 juta sampai dengan Rp400 juta.

3. Tekanan di Pasar SUN Bakal Makin Besar

Langkah agresif bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menaikkan suku bunga acuan hingga 50 bps pada pekan lalu bakal menambah tekanan di pasar surat utang Indonesia.

Keputusan The Fed tersebut tidak terlepas dari kondisi inflasi di Negeri Paman Sam yang menyentuh level terburuk dalam 40 tahun terakhir yakni,5% per Maret 2022. Kondisi ini harus diredam dengan kebijakan pengetatan moneter.

The Fed juga bakal mengurangi porsi pembelian aset di pasar untuk memperketat likuiditas sehingga ekonomi dapat mendingin kembali dan inflasi dapat kembali ke level sekitar 2%. Kondisi ini tentu saja bakal berdampak pada gejolak di pasar surat utang.

4. Membayar Penantian Panjang Jemaah Haji Indonesia

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus mempersiapkan layanan bagi jemaah haji. Proses finalisasi dikebut, khususnya setelah adanya kepastian jumlah kuota jemaah Indonesia.

Jembatan di Mina menuju lokasi melempar jumrah sebagai bagian dari ibadah haji. — Antara

Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan bahwa waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022. Sedangkan jemaah kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022.

Kementerian mempersiapkan sejumlah layanan bagi para calon jemaah haji baik saat di dalam negeri maupun ketika berada di Saudi. Di dalam negeri, jemaah akan menerima sejumlah layanan seperti pemberkasan, hingga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji.

5. Menanti Evaluasi Penanganan Arus Mudik dan Balik Usai Lebaran

Setelah melewati masa arus mudik dan arus balik, Kementerian Perhubungan mulai mengevaluasi sejumlah kebijakan yang telah diterbitkan selama musim mudik.

Dalam kalender pemerintah, arus mudik dimulai sejak 25 April 2022 atau H-7 Lebaran. Sedangkan puncak arus mudik terjadi pada Minggu (8/5/2022) malam. Kementerian Perhubungan dan Korlantas berkoordinasi berjibaku mengamankan musim mudik tahun ini.

Musim mudik kali ini memang berbeda dibandingkan dengan 2 tahun terakhir. Setelah meniadakan mudik sejak 2020, pemerintah membuka kesempatan mudik bagi masyarakat pada tahun ini. Survei Kemenhub memperkirakan pemudik 2022 mencapai 85,5 juta orang.

Selamat membaca!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr surat utang negara Ibadah Haji arus mudik Arus Balik
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top