Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kawasan Ekonomi Khusus di Jawa Masih Menjadi Favorit Investor

KEK yang berpusat di Jawa masih menjadi favorit investor untuk menanamkan modalnya.
Pemandangan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dari atas ketinggian bukit Desa Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Rahmad
Pemandangan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dari atas ketinggian bukit Desa Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Kawasan industri yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Pulau Jawa ternyata masih menjadi favorit para investor untuk menanamkan modalnya.

Director of Industrial & Logistics Services Colliers Indonesia, Rivan Munansa menyevutkan KEK yang terletak di Pulau Jawa memiliki potensi besar.

"Kawasan industri di KEK saat ini berpusat di pulau Jawa, terutama di bagian barat. Investasi di Jawa tampaknya memiliki yang potensi besar,” jelas Rivan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (25/04/2022).

Operasional KEK di Pulau Jawa maupun daerah lainnya, dapat mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan iklim investasi Indonesia.

Sebagian besar kegoatan industri KEK yang terletak di Pulau Jawa, adalah industri otomotif dan logam. Sementara itu KEK yang melibatkan industri energi, petrokimia dan kimia biasanya berada di pulau Sumatera dan Jawa. Adapaun KEK dengan kegiatan usaha logistik, tersebar nyaris di seluruh wilayah Indonesia yakni, di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Menurut Rivan, berinvestasi di KEK akan memeberi keuntungan bagi investor terlebih karena adanya insentif yang diberikan oleh pemerintah.

“Adanya insentif yang diberikan oleh pemerintah untuk investor adalah keuntungan. Insentif yang menarik, bertujuan untuk mendorong dan ciptakan investasi yang menguntungkan iklim, terutama untuk investor asing,” pungkas Rivan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper