Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejadian 2019 Terulang, Uang Pemda Semakin Menggunung di Bank

Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat pada akhir 2021, saldo pemda di bank tercatat Rp113,38 triliun, lalu pada Januari 2022 menjadi Rp157,97 triliun, Februari 2022 menjadi Rp183,3 triliun, dan Rp202,35 triliun pada Maret 2022.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 20 April 2022  |  12:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar  Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Anggaran pemerintah daerah atau pemda yang masih tersimpan di bank mencapai Rp202,3 triliun per Maret 2022. Saldo mengendap itu mencapai rekor dari posisi Maret tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan perlu adanya percepatan belanja pemda.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa dana pemda yang berada di bank mengalami kenaikan dari bulan-bulan sebelumnya. Pada akhir 2021, saldo pemda di bank tercatat Rp113,38 triliun, lalu pada Januari 2022 menjadi Rp157,97 triliun, Februari 2022 menjadi Rp183,3 triliun, dan terus naik pada bulan lalu.

"Pemda memiliki dana di bank yang pasti meningkat signifikan. Maret 2022 bahkan tembus Rp200 triliun, ini kejadian yang pernah terjadi pada 2019 dan tahun ini bahkan lebih tinggi, Rp202,35 triliun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (20/4/2022).

Dalam beberapa tahun terakhir, dana simpanan pemda di bank cenderung naik setiap bulannya, mencapai puncak pada Oktober atau November. Lalu, jumlah simpanan itu langsung berkurang signifikan pada Desember setiap tahunnya karena realisasi belanja.

Sri Mulyani menyebut bahwa pemda harus mengubah kebiasaan itu dan membelanjakan dananya dengan efisien. Belanja pemda menurutnya sangat berperan penting dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah, selain belanja dari program-program pemerintah pusat.

"Sebetulnya pemda punya potensi besar untuk ikut mendorong pemulihan ekonomi, dengan menggunakan dananya untuk bisa mengakselerasi pemulihan di masing-masing daerahnya," ujar Sri Mulyani.

Dia menyebut bahwa nominal saldo tersimpan tertinggi berada di wilayah Jawa Timur, yakni mencapai Rp26,85 triliun. Selain Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat menjadi tiga provinsi dengan anggaran tertinggi yang masih berada di bank.

Hampir seluruh wilayah mencatatkan kenaikan saldo di perbankan per Maret 2022 dari bulan sebelumnya, kecuali misalnya Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Gorontalo yang justru simpanan di bank sedikit menurun pada bulan lalu.

Adapun, simpanan terendah di bank berada di Sulawesi Barat, yakni senilai Rp1,14 triliun. Meskipun begitu, nilai tersebut naik dari posisi bulan sebelumnya.

"Dengan pemda diharapkan mampu melakukan eksekusi belanja, maka kita berharap pada kuartal kedua dan ketiga akselerasi pemulihan ekonomi bisa terjaga," ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan sri mulyani pemda
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top